24 Februari 2022

Kamistis Edisi Oliv

Heyyo hari Kamis telah tiba, hari Kamis telah tiba. Hatiku gembira😂 Hari ini nggak ada teori, ya sahabat Chamocha karena hari ini jadwalnya Kamistis (Kamis Mistis). Yuk yang punya cerita horor-thriller-misteri-all about satan bisa dikirim ke email chamochachamocha@gmail.com untuk nantinya dipublikasikan di halaman ini tiap hari Kamis.

Untuk permulaan, aku bakal ceritain kisahnya Oliv. Happy reading

Namaku Olivia, berumur 17 tahun. Seorang anak indigo yang mempunyai kekasih dari dimensi lain. Namanya Abi, makhluk astral yang kutemukan ketika aku berada di rumah sakit dimana dulu nenekku dirawat.

Dia punya paras yang tampan dan berkarisma. Sebenarnya umur kematiannya baru menginjak 3 tahun dan dia baru berumur 18 tahun. Aku dan dia selalu melakukan hal di luar nalar manusia karena dia memang bukanlah manusia.

   "Aku datang," ucapnya memberi salam

   "Hemm, baru dateng." Muka datar masih kutunjukkan

   "Tadi aku ada urusan"

   "What?! Hantu juga bisa ada urusan??"

   "Ya iyalah sayang, masa ya iya dong"

   "Apaan sih kadal baka"

   "Kalo aku kesini ngajak gelud mulu deh pacarku ini..."

   "Biarin wlee," ucapku memeletkan lidah

Celingak-celinguk ia mencari orang di rumah. "Rumah sepi amat. Orang tua kamu mana?"

   "Oh iya, aku lupa ngasih tau kamu, orang tuaku pergi ke luar kota, ada acara katanya ntah berapa minggu. Aku ditinggal sendirian deh."

   "Kasian mamang gelis ditinggal di rumah sendirian," ucapnya setengah mengejek

   "Ya ... aku kan harus sekolah. Toh kamu juga udah ada di sini. So, aku nggak sendiri lagi."

   "Aku minta maaf ya tadi nggak bisa nemenin kamu di sekolah jadinya nggak bisa jagain kamu deh. Eh, tadi kamu dibully lagi nggak?"

   "Nggak kok"

   "Jangan boong, dosa tau. Intinya kalo kamu sampe dibilang 'anak stres' lagi sama mereka, aku bakal buat mereka masuk neraka!"

   "Eleh, kayak kamu masuk surga aja!?"

   "Kamu mah sama pacar sendiri gitu, doain kek masuk surga."

   "Tadi bilangannya bakal ngirim temen-temen rese ku ke neraka. Sementara kamu sendiri masih tanda tanya."

   "Semoga aja Tuhan maafin kesalahan yang kuperbuat supaya aku bisa segera tenang."

   "Kalo kamu udah tenang, aku nggak bisa ketemu kamu lagi dong."

   "Bisa, lewat mimpi tapi nggak sesering sekarang. Kan aku punya urusan sendiri di alamku."

   "Ajakin aku ke alammu napa biar aku ngerti kehidupan di sana. Aku 'kan juga pengen liat pemandangan di sana tuh bagus atau nggak."

   "Ada syaratnya"

   "Apa?" antusias

   "Mati dulu, sama aku yok," ajaknya setengah bergurau

   "Aih, masa mati ngajak-ngajak"

   "Lah katanya mau liat keadaan di sana. Ya syaratnya harus mati dulu."

   "Tau ah"

Aku memang sering bercanda dengan kekasih hantuku dan kami tidak ingin berpisah. Hubungan kami memang tak lazim tapi kita punya prinsip satu sama lain.

19:30

   "Ciee...sendirian." Dia yang datang tiba-tiba membuatku cukup tersentak

   "Kebiasaan banget deh tiba-tiba muncul. Perasaan temen-temenku yang lain nggak kaya gitu."

   "Aku ke sini karna kamu kangen aku 'kan? Aku ngerasa tauk." Pede tingkat dewanya kambuh

   "Kadang-kadang omonganmu suka bener hehe. Duduk gih"

Abi duduk di sampingku. "Ini beneran nggak ada orang sama sekali di rumah?"

   "Iya mamang, 'kan pada keluar kota."

   "Aku pengen sesuatu tapi boleh nggak?"

   "Apaan? Jangan aneh-aneh deh."

   "Dengerin dulu saiang ...."

   "Ya cepet pengen apaan?!!"

   "Pengen itu ... anu ..."

   "Apaan sih ana anu ana anu. Kumasukin botol trus kubuang ke laut baru tau rasa."

   "Apaan sih, aku serius pengen cium kamu"

   "Cium tinggal cium kayak sama orang asing aja."

   "Ya 'kan aku malu, nggak pernah nyium kamu sebelumnya"

   "Taik. Bentar aku mau tanya," menghentikan Abi yang ingin menciumku

   "Paan babi!!! (Mencium dengan cepat) motong adegan mulu dah"

   "Nggak usah nge elpiji napa"

   "Emang mau tanya apa sih sayang ...."

   "Kalo aku pacaran sama manusia gimana?" tanyaku

   "Emang kamu bukan manusia?"

   "Maksudnya tuh kalo aku pacaran sama sesamaku gitu. Yang satu dunia, nggak kayak gini." Masih kupantau raut wajahnya

   "Kamu mau ninggalin aku?? Ohh silahkan." Seketika dia cemberut

   "Serius nih?"

   "Kamu kayak gitu aja nanya. Iya, emang aku udah nggak ada di dunia ini lagi tapi kamu hargai dong perasaanku Oliv ... aku juga cemburu kalo kamu bilang gitu."

   "Uluh-uluh kadal kyud nya Vivi ngambek," ucapku mengejek

   "Bodo amat!" ucapnya dengan bibir yang sengaja dimonyongkan

Ah, dia makin imut saat sedang ngambek.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar