08 Mei 2022

Buah Kesabaran

Pada suatu pagi, Catya, si kucing kecil sedang mencari makan. Keadaannya sangat memprihatinkan. Kurus, kering dan kini, mengais makanan di tempat sampah.

Brukk

   "Minggir kau! Membuat berantakan aja kerjaannya!"

Catya kesakitan, tapi wanita itu sama sekali tak menghiraukannya.

   "Meong, meong, meong (Aku hanya lapar)."

Tak ingin merasa sakit untuk kedua kalinya, Catya mengalah dan mencari makan ke tempat lain.

Ia terus berjalan dengan rasa sakit yang masih terasa. Tiba di sebuah perumahan, ia mencium sesuatu. Terasa lezat. Catya menghampiri aroma tersebut dan benar saja, ada ikan matang tergeletak di tanah. Catya berniat mengembalikannya tapi-

Byurr

Kulitnya terasa melepuh karena disiram air mendidih. Ia meloncat menghindari siraman berikutnya akan tetapi ia tak sengaja menyenggol piring berisi ikan. Bertambah marahlah pemilik ikan tersebut. Catya diseret dan kembali dibenturkan ke dinding. Ia terus meminta maaf, tapi tak digubris.

Tubuh Catya dipungut dan kembali dibenturkan ke dinding. Darah mengucur dari kepalanya. Perlahan, pandangannya menggelap dan akhirnya benar-benar padam.

Beberapa menit kemudian, ia mengerjap-ngerjapkan mata. Rasa sakitnya tiba-tiba lenyap dan di depannya, sesosok makhluk bersayap sedang membaca sebuah buku. Apakah dia-

   "Catya, kami menghargai kebaikan yang kau lakukan. Sekarang, ikutilah aku pergi ke lajur kanan. Tuhan telah menyiapkan sebuah hadiah untukmu."

Catya tak henti-hentinya berterima kasih karena ia diberi hadiah surga oleh Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar