Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Agama Islam. Tampilkan semua postingan

26 Agustus 2022

Resep Rezeki Luas

Pusing masalah rezeki???

Ternyata semua itu sudah ditentukan oleh Allah

Sebagaimana firman Allah SWT,


وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا


"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah telah menjamin rezekinya."


Nah, sebenarnya rezeki semua makhluk telah dijamin oleh Allah. Tugas kita adalah berupaya dan berusaha mencarinya, sedangkan kadarnya Allah-lah yang menentukan.


Habib Ali Al-Habsyi mengatakan, "Bahwa rezeki telah dibagikan di antara makhluk dan cacing tanah." Bahkan cacing pun tak luput dari rezeki yang dibagikan oleh Allah.

Janganlah kita mengeluh dan tidak ridho terhadap rezeki yang ditentukan oleh Allah kepada kita, karena Allah telah berfirman dalam hadits qudsi,


من لم يرض على قضائي ولم يصبر على بلائي فليلتمس ربا سوايّ


"Barangsiapa yang tidak ridho terhadap ketentuanku dan tidak sabar atas cobaanku maka carilah Tuhan selainKu."


Ketika kita ingin menjadi seorang yang berhasil, maka hendaknya kita berfikir dengan jernih cara untuk menarik rezeki. Misalnya dengan membaca Surah al-Waqi'ah,


من قرأ سورة الواقعة كل ليلة لم تصبه فاقة


"Barangsiapa yang membaca surah al-Waqi'ah setiap malam, kefakirannya tidak akan menimpanya."

Cara lain untuk menarik rezeki adalah dengan melakukan shalat sunnah dhuha. Sedangkan untuk memberkahi dan memperbanyak rezeki, bukan dengan melakukan pesugihan, datang ke dukun ataupun tuyul untuk menjadi seorang yang kaya raya. 


Jika kita sudah berusaha dan berdoa, barulah kita bertawakkal kepada Allah.


Tahukah kalian, ada beberapa hal yang membuat rezeki kita mampet. Apakah itu???


▶ Dosa.

▶ Durhaka kepada orang tua.

▶ Memutus silaturrahmi.


Rasulullah juga memberikan satu resep lagi supaya rezekinya kita diluaskan.


من أراد أن يوسع له في رزقه و ينسأ له في أثره فليتق الله وليصل رحمه


 "Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka bertakwalah kepada Allah dan menyambung tali silaturahminya."


Dan janganlah masalah dunia membuat hati kita gelisah dan sedih


من اصبح لأمور الدنيا حزينا فقد اصبح ساخطا على الله


 "Barangsiapa berpagi-pagi dalam keadaan sedih karena perkara dunia, maka ia telah berpagi-pagi dalam keadaan marah kepada Allah."


Semoga Allah membukakan kita pintu rezeki yang penuh dengan keberkahan. Aamiin Yaa Robbal'alamiin.

19 Agustus 2022

Keutamaan Shalat Sunnah Dhuha

Shalat sunnah dhuha adalah shalat sunnah muakaddah yang mempunyai keutamaan besar dan mengandung banyak keberkahan serta manfaat. Shalat dhuha dikerjakan minimal 2 rakaat. Afdholnya dikerjakan 8 rakaat dan maksimal dikerjakan 12 rakaat.


Waktu terbaik untuk melaksanakannya ialah saat menjelang siang dan sudah melewati seperempat hari (sekitar pukul 09.00 pagi)


Sabda Rasulullah shalallahu wassalam


يصبح على كل سلامى من احدكم صدقه الاصدقاء صدقه وكل تهليله صدقه وكل التقدير صدقه وامر بالمعروف صدقه ونهي عن المنكر صدقه ويجزئ من ذلك كله ركعتين يركعهما من الضحى


"Setiap pagi seluruh persendian wajib disedekahi, setiap tasbih, tahmid, tahlil, takbir dan Amar maruf nahi mungkar semuanya merupakan sedekah, dan kesemuanya dapat diganti dengan hanya mengerjakan sholat dhuha 2 rokaat"


Terdapat banyak dalil, baik dari Al-Qur’an maupun hadits yang menegaskan keutamaan shalat dhuha. Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in menjelaskan sebagai berikut


ويسن الضحى لقوله تعالى "يسبحن بالعشي والإشراق" قال ابن عباس صلاة الإشراق صلاة الضحى. روي الشيخان عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : أوصاني خليلي بثلاث: صيام ثلاثة أيام من كل شهر، وركعتي الضحى، وأن أوتر قبل أن أنام


“Shalat dhuha disunahkan berdasarkan firman Allah ﷺ ‘Bertasbih bersama Dia di waktu pagi dan petang, Ibnu Abbas menafsirkan shalat isyraq adalah shalat dhuha.”

Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu


"Dan Rasulullah berwasiat Kekasihku Rasulullah pernah berwasiat kepadaku tiga hal, yaitu agar aku berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mendirikan 2 rakaat shalat dhuha dan witir sebelum tidur."


من حافظ على شفعة الضحى غفرت له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر


“Siapa yang membiasakan (menjaga) shalat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”(HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Dan di hadist lain menyebutkan


من صلى الضحى ركعتين لم يكتب من الغافلين


“Orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lalai,”(HR Al-Baihaqi dan An-Nasa’i)


KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA


إن صليت الضحى ركعتين لم تكتب من

الغا فلين


Jika engkau shalat Dhuha 2 Rakaat maka engkau tidak dicatat termasuk orang-orang yang lalai,


أو أربعا كتبت من المخبتين


Atau jika engkau Shalat Dhuha 4 Rakaat maka engkau dicatat termasuk orang-orang yang tawadhu',


أو ستا كتبت من القا نتين


Atau jika engkau shalat Dhuha 4 rakaat maka engkau dicatat termasuk orang yang ta'at,


أو ثمانيا كتبت من الفا ئزين


Atau jika engkau Shalat Dhuha 8 rakaat maka engkau dicatat termasuk orang yang beruntung,


أو عشرا لم يكتب عليك ذلك اليوم ذنب


Atau jika engkau shalat Dhuha 10 rakaat maka tidak ditulis atas dirimu pada hari itu akan satu dosa pun,


وإن صليتها ثنتى عشرة ركعة بنى الله لك بيتا فى الجنة


Atau jika engkau shalat Dhuha 12 rakaat maka Allah akan membangun untukmu satu rumah di surga



[Tanqihul Qoulil Hatsits Fii Syarhi Lubaabul Hadist - Syekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Bantani

12 Agustus 2022

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Jumlah rakaat shalat sunnah rawatib memang beragam, mengingat banyaknya riwayat tentangnya. Sebagai Dzat Yang Maha Mencipta, Allah Maha Tahu akan kekurangan hamba-hamba-Nya. Karena itu, Dia senantiasa membuka ruang bagi mereka untuk memperbaiki dan menutupi kekurangan tersebut.


Demikian halnya dalam urusan shalat fardhu. Tahu akan kekurangan shalat fardhu yang mereka lakukan, Dia mensyariatkan shalat sunnah pengiringnya. Itulah shalat sunnah rawatib. Salah satu hikmahnya adalah sebagai penambal atau penyempurna kekurangan yang mungkin selalu terjadi di dalamnya. Padahal, setiap Muslim tahu bahwa amal shalat fardhu adalah amal hamba yang pertama kali dihisab, sebagaimana yang dikemukakan dalam hadits riwayat Abu Hurairah berikut ini:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 


إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الصَّلَاةُ الْمَكْتُوبَةُ، فَإِنْ أَتَمَّهَا، وَإِلَّا قِيلَ: انْظُرُوا هَلْ لَهُ مِنْ تَطَوُّعٍ؟ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ أُكْمِلَتِ الْفَرِيضَةُ مِنْ تَطَوُّعِهِ، ثُمَّ يُفْعَلُ بِسَائِرِ الْأَعْمَالِ الْمَفْرُوضَةِ مِثْلُ ذَلِكَ 


Artinya, “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat adalah shalat fardhu. Itu pun jika sang hamba menyempurnakannya. Jika tidak, maka disampaikan, “Lihatlah oleh kalian, apakah hamba itu memiliki amalan (shalat) sunnah?” Jika memiliki amalan shalat sunnah, sempurnakan amalan shalat fardhu dengan amal shalat sunnahnya. Kemudian, perlakukanlah amal-amal fardhu lainnya seperti tadi,” (HR. Ibnu Majah).


Dilihat dari redaksinya, hadits ini mencakup semua jenis shalat sunnah, termasuk shalat sunnah rawatib atau shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhu. Dengan demikian betapa pentingnya amalan shalat sunnah. Begitu pula shalat sunnah rawatib. Sampai-sampai Imam Ar-Rafi‘i, pengikut madzhab Syafi‘i berfatwa, orang yang biasa meninggalkan shalat sunnah rawatib layak ditolak kesaksiannya, karena dianggap menyepelekan sunnah. 


وَقَدْ ذَكَرَ الرَّافِعِيُّ فِي الْكَلَامِ عَلَى الْمُرُوءَةِ أَنَّ مَنْ اعْتَادَ تَرْكَ السُّنَنِ الرَّوَاتِبِ وَتَسْبِيحَاتِ الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ رُدَّتْ شَهَادَتُهُ؛ لِتَهَاوُنِهِ بِالسُّنَنِ، فَهَذَا صَرِيحٌ فِي أَنَّ الْمُوَاظَبَةَ عَلَى ارْتِكَابِ خِلَافِ الْمَسْنُونِ تُرَدُّ الشَّهَادَةُ بِهِ مَعَ أَنَّهُ لَا إثْمَ فِيهِ. 


Imam Ar-Rafi‘i menyebutkan dalam pembahasan tentang muruah bahwa orang yang biasa meninggalkan shalat-shalat sunnah rawatib, tasbih rukuk, dan sujud, layak ditolak kesaksiannya karena dianggap menyepelekan sunah. Ini jelas bahwa melanggengkan diri melakukan sesuatu yang bertentangan dengan perkara sunah menyebabkan ditolaknya kesaksian walaupun tidak ada dosa di dalamnya. (Lihat: Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Jawazir ‘an Iqtirafil-Kaba’ir, [Beirut: Darul Fikr], 1987, cet. pertama, jilid 2, hal. 318).


Jumlah rakaat shalat sunnah rawatib memang beragam, mengingat banyaknya riwayat tentangnya. Menukil riwayat Al-Bukhari dan Muslim, ulama Syafi‘i membaginya menjadi dua golongan: ada yang muakkad, ada yang ghair mu’akkad. Yang muakkad berjumlah sepuluh rakaat. Sisanya adalah ghair muakkad.


Sepuluh rakaat yang muakkad adalah: 


(وَرَوَاتِبُ الْفَرَائِضِ) الْمُؤَكَّدَةِ (عَشْرٌ)، وَالْحِكْمَةُ فِيهَا تَكْمِيلُ مَا نَقَصَ مِنْ الْفَرَائِضِ فَضْلًا مِنْ اللَّه وَنِعْمَةً، وَهِيَ (رَكْعَتَانِ قَبْلَ الصُّبْحِ وَ) رَكْعَتَانِ قَبْلَ (الظُّهْرِ وَرَكْعَتَانِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَ) رَكْعَتَانِ بَعْدَ (الْمَغْرِبِ وَ) رَكْعَتَانِ بَعْدَ (الْعِشَاءِ) لِلِاتِّبَاعِ رَوَاهُ الشَّيْخَانِ 


Artinya, “Shalat sunnah rawatib pengikut fardhu yang ditekankan adalah sepuluh rakaat. Hikmahnya adalah menyempurnakan kekurangan shalat fardhu sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Sepuluh rakaat tersebut adalah dua rakaat sebelum subuh, dua rakaat sebelum dhuhur, dua rakaat setelah dhuhur, dua rakaat setelah magrib, dan dua rakaat setelah isya, karena ikut kepada riwayat Al-Bukhari dan Muslim.” (Lihat: Asnal Mathalib fi Syarh Raudlatith-Thalib, jilid 1, hal. 202).


Sedangkan sisanya adalah ghair muakkad, seperti tambahan dua rakaat sebelum dan setelah dhuhur, empat rakaat sebelum ashar, dua rakaat sebelum magrib, dua rakaat sebelum isya. Di samping sebagai penyempurna shalat fardhu, shalat sunnah rawatib juga memiliki keutamaan umum untuk mengantarkan seorang hamba kepada ridla Allah dan kenikmatan surga, sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat An-Nasa’i dari Ummu Habibah berikut ini, meski terdapat sedikit perbedaan jumlah rakaat: 


ثِنْتَا عَشْرَةَ رَكْعَةً مَنْ صَلَّاهُنَّ، بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ، أَرْبَعُ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَانِ بَعْدَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَانِ قَبْلَ الْعَصْرِ، وَرَكْعَتَانِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَانِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ 


Artinya, “Dua belas rakaat yang ditunaikan seseorang maka sebuah rumah di surga akan dibangunkan untuknya, yakni empat rakaat sebelum dhuhur, dua rakaat setelah dhuhur, dua rakaat sebelum ashar, dua rakaat setelah magrib, dan dua rakaat sebelum subuh.”


Keutamaan khusus yang dimiliki shalat sunnah rawatib adalah empat rakaat sebelum dan setelah dhuhur, berdasarkan riwayat berikut: 


مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ 


Artinya: “Siapa saja yang menjaga empat rakaat sebelum dhuhur dan dua rakaat setelahnya, maka Allah mengharamkannya atas siksa neraka,” (HR. At-Tirmidzi).


Masih dalam riwayat At-Tirmidzi disebutkan, empat rakaat sebelum shalat ashar mengundang rahmat Allah subhanahu wata’ala. 


رَحِمَ اللهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا 


Artinya, “Allah merahmati seseorang yang shalat sunnah empat rakaat sebelum ashar.”

Bahkan, ada shalat sunnah rawatib yang menandingi kebaikan dunia dan isinya. Dialah shalat sunnah fajar atau dua rakaat shalat sunnah subuh. Demikian yang disebutkan dalam riwayat Muslim dan At-Tirmidzi. 


رَكعَتَا الْفجْر خير من الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا 


Artinya, “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan pengisinya.”


Sementara shalat sunnah rawatib ghair muakkad dua rakaat sebelum shalat magrib dan sebelum shalat isya, dalilnya adalah: 


بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ )ثَلاَثًا( لِمَنْ شَاءَ 


Artinya, “Di antara dua adzan itu ada shalat sunnah (3 kali) bagi dia yang menghendaki,” (HR. Al-Bukhari). Kemudian, shalat sunnah rawatib Jumat diqiyaskan kepada shalat dhuhur, baik dalam muakkad maupun ghair muakkad-nya, yakni dua rakaat muakkad sebelum dan setelahnya, dan dua rakaat ghair muakkad sebelum dan setelahnya, sebagaimana dalam riwayat Muslim: 



إذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ الْجُمُعَةَ فَلْيُصَلِّ بَعْدَهَا أَرْبَعًا 


Artinya, “Jika salah seorang kalian shalat Jumat, maka shalatlah setelahnya empat rakaat.”

Alhasil, shalat sunnah rawatib memiliki keutamaan yang besar, baik yang muakkad maupun yang ghair muakkad antara lain:

1. Menambal kekurangan shalat fardhu

2. Pengundang ridla dan rahmat Allah

3. Penanding kebaikan dunia dan pengantar nikmat akhirat

Siapa pun yang ingin meraih sejumlah keutamaan itu, maka tunaikanlah tanpa melihat muakkad dan ghair muakkad-nya. Sebab, yang ghair mukkad pun memiliki keutamaan besar dan sayang sekali bila dilewatkan. Dalam keadaan sempit, sekurang-kurangnya adalah yang muakkad. Jangan pernah melewatkannya, karena orang yang biasa melewatkannya, menurut Imam Ar-Rafii, layak ditolak kesaksiannya. 


05 Agustus 2022

Dzikir Pagi dan Petang

1. Sayyidul Istighfar


اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْت


”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janji-Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau”

Dibaca 1x


2. Surat Ali Imron Ayat 26-27


قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.


تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ


Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)".


3. SURAH AT- TAUBAH AYAT 129


حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ ﴿١٢٩﴾


"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy (singgasana) yang agung."

Dibaca 7x


4. SURAH AL-ANBIYA AYAT 87


لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿٨٧﴾


"Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."

Di baca 100x


5. Astaghfirullah (Ya Allah Ampunilah dosa Hamba)


َاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْم

100x


6. Subhanallah (Maha suci Allah)


سُبْحَانَ اللهُ

100x


7. Shollallahu 'Ala Muhammad (Bersholawat Allah atas Nabi Muhammad)


صَلَّى اللهُ عَلىَ مُحَمدٍٍّ

100x


8. ASBAHNA WA ASBAHAL MULKU LILLAH


Artinya,terima kasih ya Allah karena rahmatmu, berkahmu dan kekuatanmu kami berada berada di hari ini

Doa ini dibaca pagi hari 1X


9. AMSAYNA WA AMSAL MULKU LILLAH


Artinya: terima kasih ya Allah Karena Rahmatmu, berkahmu dan kekuatanmu kami berada di Sore hari


Doa ini dibaca sore hari 1X


LANJUT DZIKIR


اللهُ اللهُ رَبُّنَا لاَنُشْرِكُ بِهِ شَيْأ


Sebanyak-banyaknya


Mari kita belajar bersama. Mudah-mudahan dimampukan. Aamiin.

29 Juli 2022

Doa Menyambut Datangnya Pagi

 

أصبحنا وأصبح الملك لله عز وجل والحمد لله والكبرياء والعظمة لله والخلق والأمر واليل والنهار وما سكن فيهما لله تعالي اللهم اجعل أول هذا النهار صلاحا وأوسطه نجاحا وأخره فلاحا يا أرحم الراحمين

Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaahi ‘Azza wa jalla, wal hamdu lillaahi, wal kibriyaa’u wal ‘azhamatu lillaahi, wal khalqu wal amru wallailu wannahaaru wa maa sakana fiihimaa lillaahi Ta’aalaa. Allahummaj’al awwala haadzan nahaari shalaahan wa ausathahu najaahan, wa aakhirahu falaahan, yaa arhamar raahimiina.


Artinya : Kami telah mendapatkan Subuh dan jadilah segala kekuasaan kepunyaan Allah, demikian juga kebesaran dan keagungan, penciptaan makhluk, segala urusan, malam dan siang dan segala yang terjadi pada keduanya, semuanya kepunyaan Allah Ta’ala. Ya Allah, jadikanlah permulaan hari ini suatu kebaikan dan pertengahannya suatu kemenangan dan penghabisannya suatu kejayaan, wahai Tuhan yang paling Penyayang dari segala penyayang.

 

أللهم إني أسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متفبلا


Allahumma innii as’aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan thayyiban wa ‘amalan mutaqabbalan


Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang berguna, rezeki yang baik dan amal yang baik Diterima. (HR. Ibnu Majah)

27 Juli 2022

Tadrib Buku Senang Belajar Agama Islam Kelas 2 Halaman 113

A

1. Hukum mengerjakan shalat bagi umat Islam B. wajib


2. Dalam sehari semalam umat Islam mengerjakan shalat C. 5 waktu


3. Shalat merupakan A. Tiang agama


4. Orang yang mendirikan salat berarti ia mengerjakan C. shalat


5. Salat adalah kunci A. surga


6. Setelah sujud kita melakukan C. duduk antara dua sujud


7. Rukuk dilakukan sebelum B. Iktidal


8. Pada waktu berdiri bersedekap, tangan diletakkan diatas B. Pusar


9. Ketika rukuk tangan memegang C. lutut


10. Yang dilakukan saat C. duduk tasyahud akhir


B

1. Bangun dari rukuk disebut iktidal


2. Badan membungkuk, tangan memegang lutut disebut rukuk


3. Gerakan setelah iktidal adalah sujud


4. Gerakan terakhir dalam shalat adalah salam


5. Waktu salam dalam shalat menengok ke kanan lalu ke kiri


C

1. Sebutkan anggota sujud!

Dahi, pening, hidung, kedua telapak tangan, lutut dan jari kaki


2. Sebutkan 3 diantara gerakan dalam shalat!

Berdiri bersedekap, rukuk, dan iktidal


3. Apa yang dimaksud dengan berdiri bersedekap?

Meletakkan kedua tangan di atas dada atau pusar, tangan kanan menutup pergelangan tangan kiri


4. Jelaskan letak telapak tangan ketika duduk antara dua sujud!

Telapak tangan diletakkan di atas paha


5. Bagaimana posisi tangan ketika Takbiratul Ihram?

Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu, dan jari-jari sejajar dengan telinga

22 Juli 2022

Doa Pembuka Majlis

 Doa Pembuka Majelis


رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ


Rabbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba'da Idz Hadaitanaa wa Hab Lana Mil-Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab


Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran: 7)


يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ

Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi 'Ala Diinik


Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu." (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)


اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa 'Alaa Thaa'atik


Artinya: "Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu."(HR. Muslim)


20 Juli 2022

Tadrib Senang Belajar Agama Islam Kelas 2 halaman 101

A


1. Seseorang yang hidupnya berdekatan dengan kita disebut

A. Tetangga


2. Manusia disamping sebagai makhluk pribadi juga disebut sebagai makhluk

C. sosial


3. Terhadap tetangga hendaklah kita berlaku

C. baik


4. Apabila ada tetangga kita yang sedang sakit yang harus kita lakukan adalah

A. menjenguk


5. Orang yang suka tolong menolong sesama tetangga, oleh Allah akan diperpanjang

C. Umurnya


6. Terhadap tetangga sebaiknya kita menjauhkan sikap

C. mementingkan diri sendiri


7. Cara memberi pertolongan harus didasari oleh rasa

A. Keikhlasan 


8. Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh orang Islam adalah

C. menyayangi


9. Perilaku suka memberi pertolongan kepada orang lain termasuk perbuatan

C. terpuji


10. Menjalin hubungan yang harmonis bersama tetangga diperlukan sikap hidup rukun serta saling

A. tegang rasa


B

1. Agar terjalin hubungan yang baik dengan tetangga harus saling menghormati dan menyayangi


2. Apabila tetangga sedang ada tamu, sebagai tetangga yang baik kita yang membunyikan radio sebaiknya pelan-pelan


3. Bila tetangga mengundang kita datang pada hajatan sebaiknya kita datang


4. Orang yang memuliakan tetangga akan mendapat pahala


5. Ketika guru sedang menjelaskan pelajaran kita harus mendengarkannya


C

1. Sebutkan satu contoh cara menghormati guru!

Mendengarkan saat beliau sedang mengajar


2. Sebutkan salah satu ciri orang Islam!

Menjalankan ibadah shalat wajib


3. Bagaimana cara mematuhi perintah guru?

Melaksanakan perintah dengan setulus hati


4. Apa yang harus dilakukan apabila ada tetangga yang meninggal dunia?

Mengucapkan belasungkawa pada keluarga yang ditinggalkan


5. Apa yang harus dilakukan apabila ada tetangga yang sakit?

Menjenguknya

15 Juli 2022

Gerakan Shalat

 Gerakan Shalat


Orang Islam wajib melakukan shalat lima waktu sehari semalam. Shalat adalah ibadah yang pertama kali diperhitungkan kelak di akhirat. Bagi siapa yang baik shalatnya, maka akan baik semua amalnya begitu juga sebaliknya. Agar kita bisa melaksanakan shalat dengan baik, yuk pelajari gerakan shalat di bawah ini.


1. Berdiri tegak bagi yang mampu

Berdiri dalam shalat adalah wajib bagi yang mampu. Bagi orang yang sakit dan tidak bisa berdiri, diperbolehkan duduk atau berbaring.


2. Takbiratul ihram

Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu dan jari-jari sejajar dengan telinga. Telapak tangan diarahkan ke arah kiblat.


3. Berdiri bersedekap

Meletakkan kedua tangan di atas dada atau pusar. Tangan kanan menutup pergelangan tangan kiri. Ketika berdiri sambil membaca doa iftitah, surah Al Fatimah dan dilanjutkan surah pendek Al Quran yang dihafal.


4. Rukuk

Membungkukkan badan, tangan memegang lutut, pandangan mata ke tempat sujud. Ketika rukuk, membaca bacaan rukuk.


5. Iktidal

Bangun dari rujuk, berdiri tegak, tangan diletakkan di samping. Ketika iktidal sambil membaca sami'allahu liman hamidah.


6. Sujud

Menempelkan dahi, kening, hidung, kedua telapak tangan, lutut dan jari kaki menyentuh lantai. Ketika sujud, membaca bacaan sujud.


7. Duduk diantara dua sujud

Duduk di atas telapak kaki kiri, telapak jari kaki kanan masih menyentuh lantai dan telapak tangan diletakkan di atas paha. Ketika duduk diantara dua sujud membaca bacaan duduk diantara dua sujud.


8. Duduk tasyahud awal

Duduk tasyahud awal sama dengan duduk diantara dua sujud. Namun, jari telunjuk tangan kanan ditunjukkan dan pandangan mata diarahkan ke ujung telunjuk kanan. Duduk tasyahud awal hanya ada pada shalat dzuhur, asar, maghrib dan isya. Ketika tasyahud awal membaca bacaan tasyahud awal.


9. Duduk tasyahud akhir

Duduk tasyahud akhir seperti duduk pada tasyahud awal. Bedanya, pada tasyahud akhir telapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Telapak kaki kanan ditegakkan dan pantat diletakkan di lantai. Ketika tasyahud akhir membaca bacaan tasyahud akhir.


10. Salam

Menoleh ke kanan sampai pipi kanan terlihat dari belakang sambil membaca salam. Kemudian menoleh ke kiri sambil pipi kiri terlihat dari belakang sambil membaca salam.


13 Juli 2022

Tadrib Buku Senang Belajar Agama Islam Kelas 2 Halaman 89

A.

1. Asmaul husna artinya ... yang baik
C. Nama Allah

2. Asmaul husna baik dibaca ketika
A. Berdoa

3. Al Gafur artinya Maha
B. Pengampun

4. Ana suka memberi. Perbuatan ini meneladani sifat Allah SWT
B. Al Wahhab

5. Allah SWT akan memberi ampunan kepada orang yang bersalah ketika mau
C. Bertobat

6. Al Adlu adalah salah satu nama baik Allah yang artinya
A. Maha Adil

7. Allah bersifat Al Wahhab artinya
B. Maha Pemberi

8. Allah adalah Maha Bijaksana berarti Allah bersifat
C. Al Hakim

9. Orang yang bersalah akan dimasukkan ke
B. Neraka

10. Ahmad mempunyai sifat yang bijaksana. Hal ini meneladani sifat Allah SWT
A. Al Hakim

B
1. Al Wahhab adalah salah satu nama Allah yang artinya Maha Pemberi
2. Al malik artinya Maha Bijaksana
3. Al Gafur artinya Maha Pengampun
4. Sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah orang yang memohon ampunan atau bertobat
5. Al Alim artinya Maha Mengetahui

C
1. Sebutkan 3 dari Asmaul husna yang kamu ketahui!
Ar rahman, ar rahim dan Al malik
2. Bolehkah berdoa dengan menyebut asmaul husna?
Boleh
3. Sebutkan perbedaan sifat Al Wahhab dan Al Gafur!
Al Wahhab artinya Maha Pemberi sedangkan Al Gafur artinya Maha Pengampun
4. Apakah perbedaan Al Alim dan Al Adlu?
Al Alim artinya Maha Mengetahui sementara Al Adlu artinya Maha Adil
5. Tuliskan arti dari 99 asmaul husna yang tercantum di dalam Al Quran!

99 Asmaul Husna Beserta Artinya

1. الرحمن = Ar Rahman

Artinya: Yang Maha Pengasih

2. الرحيم = Ar Rahiim

Artinya: Yang Maha Penyayang

3. الملك = Al Malik

Artinya: Yang Maha Merajai (bisa diartikan Raja dari semua Raja)

4. القدوس = Al Quddus

Artinya: Yang Maha Suci

5. السلام = As Salaam

Artinya: Yang Maha Memberi Kesejahteraan

6. المؤمن = Al Mu'min

Artinya: Yang Maha Memberi Keamanan

7. المهيمن = Al Muhaimin

Artinya: Yang Maha Mengatur

8. العزيز = Al 'Aziiz

Artinya: Yang Maha Perkasa

9. الجبار = Al Jabbar

Artinya: Yang Memiliki (Mutlak) Kegagahan

10. المتكبر = Al Mutakabbir

Artinya: Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaran

11. الخالق = Al Khaliq

Artinya: Yang Maha Pencipta

12. البارئ = Al Baari'

Artinya: Yang Maha Melepaskan (membuat, membentuk, menyeimbangkan)

13. المصور = Al Mushawwir

Artinya: Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)

14. الغفار = Al Ghaffaar

Artinya: Yang Maha Pengampun

15. القهار = Al Qahhaar

Artinya: Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu

16. الوهاب = Al Wahhaab

Artinya: Yang Maha Pemberi Karunia

17. الرزاق = Ar Razzaaq

Artinya: Yang Maha Pemberi Rezeki

18. الفتاح = Al Fattaah

Artinya: Yang Maha Pembuka Rahmat

19. العليم = Al 'Aliim

Artinya: Yang Maha Mengetahui

20. القابض = Al Qaabidh

Artinya: Yang Maha Menyempitkan

21. الباسط = Al Baasith

Artinya: Yang Maha Melapangkan

22. الخافض = Al Khaafidh

Artinya: Yang Maha Merendahkan

23. الرافع = Ar Raafi'

Artinya: Yang Maha Meninggikan

24. المعز = Al Mu'izz

Artinya: Yang Maha Memuliakan

25. المذل = Al Mudzil

Artinya: Yang Maha Menghinakan

26. السميع = Al Samii'

Artinya: Yang Maha Mendengar

27. البصير = Al Bashiir

Artinya: Yang Maha Melihat

28. الحكم = Al Hakam

Artinya: Yang Maha Menetapkan

29. العدل = Al 'Adl

Artinya: Yang Maha Adil

30. اللطيف = Al Lathiif

Artinya: Yang Maha Lembut

31. الخبير = Al Khabiir

Artinya: Yang Maha Mengenal

32. الحليم = Al Haliim

Artinya: Yang Maha Penyantun

33. العظيم = Al 'Azhiim

Artinya: Yang Maha Agung

34. الغفور = Al Ghafuur

Artinya: Yang Maha Memberi Pengampunan

35. الشكور = As Syakuur

Artinya: Yang Maha Pembalas Budi (menghargai)

36. العلى = Al 'Aliy

Artinya: Yang Maha Tinggi

37. الكبير = Al Kabiir

Artinya: Yang Maha Besar

38. الحفيظ = Al Hafizh

Artinya: Yang Maha Memelihara

39. المقيت = Al Muqiit

Artinya: Yang Maha Pemberi Kecukupan

40. الحسيب = Al Hasiib

Artinya: Yang Maha Membuat Perhitungan

41. الجليل = Al Jaliil

Artinya: Yang Maha Luhur

42. الكريم = Al Kariim

Artinya: Yang Maha Pemurah

43. الرقيب = Ar Raqiib

Artinya: Yang Maha Mengawasi

44. المجيب = Al Mujiib

Artinya: Yang Maha Mengabulkan

45. الواسع = Al Waasi'

Artinya: Yang Maha Luas

46. الحكيم = Al Hakim

Artinya: Yang Maha Bijaksana

47. الودود = Al Waduud

Artinya: Yang Maha Mengasihi

48. المجيد = Al Majiid

Artinya: Yang Maha Mulia

49. الباعث = Al Baa'its

Artinya: Yang Maha Membangkitkan

50. الشهيد = As Syahiid

Artinya: Yang Maha Menyaksikan

51. الحق = Al Haqq

Artinya: Yang Maha Benar

52. الوكيل = Al Wakiil

Artinya: Yang Maha Memelihara

53. القوى = Al Qawiyyu

Artinya: Yang Maha Kuat

54. المتين = Al Matiin

Artinya: Yang Maha Kokoh

55. الولى = Al Waliyy

Artinya: Yang Maha Melindungi

56. الحميد = Al Hamiid

Artinya: Yang Maha Terpuji

57. المحصى = Al Muhshii

Artinya: Yang Maha Mengalkulasi (menghitung segala sesuatu)

58. المبدئ = Al Mubdi'

Artinya: Yang Maha Memulai

59. المعيد = Al Mu'iid

Artinya: Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

60. المحيى = Al Muhyii

Artinya: Yang Maha Menghidupkan

61. المميت = Al Mumiitu

Artinya: Yang Maha Mematikan

62. الحي = Al Hayyu

Artinya: Yang Maha Hidup

63. القيوم = Al Qayyuum

Artinya: Yang Maha Mandiri

64. الواجد = Al Waajid

Artinya: Yang Maha Penemu

65. الماجد = Al Maajid

Artinya: Yang Maha Mulia

66. الواحد = Al Wahid

Artinya: Yang Maha Tunggal

67. الاحد = Al Ahad

Artinya: Yang Maha Esa

68. الصمد = As Shamad

Artinya: Yang Maha Dibutuhkan (tempat meminta)

69. القادر = Al Qaadir

Artinya: Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan

70. المقتدر = Al Muqtadir

Artinya: Yang Maha Berkuasa

71. المقدم = Al Muqaddim

Artinya: Yang Maha Mendahulukan

72. المؤخر = Al Mu'akkhir

Artinya: Yang Maha Mengakhirkan

73. الأول = Al Awwal

Artinya: Yang Maha Awal

74. الأخر = Al Aakhir

Artinya: Yang Maha Akhir

75. الظاهر = Az Zhaahir

Artinya: Yang Maha Nyata

76. الباطن = Al Baathin

Artinya: Yang Maha Ghaib

77. الوالي = Al Waali

Artinya: Yang Maha Memerintah

78. المتعالي = Al Muta'aalii

Artinya: Yang Maha Tinggi

79. البر = Al Barru

Artinya: Yang Maha Penderma (maha pemberi kebajikan)

80. التواب = At Tawwaab

Artinya: Yang Maha Penerima Taubat

81. المنتقم = Al Muntaqim

Artinya: Yang Maha Pemberi Balasan

82. العفو = Al Afuww

Artinya: Yang Maha Pemaaf

83. الرؤوف = Ar Ra'uuf

Artinya: Yang Maha Pengasuh

84. مالك الملك = Malikul Mulk

Artinya: Yang Maha Penguasa Kerajaan (semesta)

85. ذو الجلال و الإكرام = Dzul Jalaali WalIkraam

Artinya: Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

86. المقسط = Al Muqsith

Artinya: Yang Maha Pemberi Keadilan

87. الجامع = Al Jamii'

Artinya: Yang Maha Mengumpulkan

88. الغنى = Al Ghaniyy

Artinya: Yang Maha Kaya

89. المغنى = Al Mughnii

Artinya: Yang Maha Pemberi Kekayaan

90. المانع = Al Maani

Artinya: Yang Maha Mencegah

91. الضار = Ad Dhaar

Artinya: Yang Maha Penimpa Kemudharatan

92. النافع = An Nafii'

Artinya: Yang Maha Memberi Manfaat

93. النور = An Nuur

Artinya: Yang Maha Bercahaya (menerangi, memberi cahaya)

94. الهادئ = Al Haadii

Artinya: Yang Maha Pemberi Petunjuk

95. البديع = Al Badii'

Artinya: Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya

96. الباقي = Al Baaqi

Artinya: Yang Maha Kekal

97. الوارث = Al Waarits

Artinya: Yang Maha Pewaris

98. الرشيد = Ar Rasyiid

Artinya: Yang Maha Pandai

99. الصبور = As Shabuur

Artinya: Yang Maha Sabar

08 Juli 2022

Al Gafur, Al Wahhab, Al Adlu, Al Alim dan Al Hakim

1. Al Gafur

Al Gafur artinya Maha Pengampun. Allah akan mengampuni semua dosa manusia kecuali dosa asalkan kita bersungguh-sungguh dalam meminta ampunan dan berjanji tidak mengulangi dosa itu lagi. Memohon ampun pada Allah dapat dilakukan dengan banyak membaca istighfar.


Apabila kita memiliki kesalahan pada orang lain, kita juga harus meminta maaf kepada orang tersebut sebelum meminta ampunan pada Allah.


2. Al Wahhab

Al Wahhab artinya Maha Pemberi. Allah menciptakan udara, matahari, air untuk minum, mandi dan keperluan lainnya. Tanpa pemberian Allah, manusia tidak bisa berbuat banyak karena kemampuan manusia terbatas. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan Allah yang kemampuanNya tak terbatas.


3. Al Adlu

Al Adlu artinya Maha Adil. Setiap manusia akan diberi balasan oleh Allah sesuai dengan perbuatannya. Allah tidak akan memberi hukuman pada orang yang tidak bersalah karena Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui.


4. Al Alim

Al Alim artinya Maha Mengetahui. Segala yang ada di dunia ini tidak ada yang lepas dari pengetahuan Allah. Allah mengetahui segala sesuatu bahkan jika hal tersebut kecil dan tersembunyi di tempat yang sangat jauh sekalipun.


5. Al Hakim

Al Hakim artinya Maha Bijaksana. Seluruh kehidupan manusia diatur Allah dengan sangat bijaksana. Misalnya dalam ibadah shalat. Allah membolehkan shalat dengan duduk bagi orang sakit begitu juga dalam ibadah puasa. Allah membolehkan wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. Semua ketentuan itu ada karena Allah Maha Bijaksana.

06 Juli 2022

Kunci Jawaban Senang Belajar Agama Islam Kelas 2 Halaman 47

A

1. Sebelum melakukan shalat, kita harus
C. Wudhu

2. Ketika berwudhu, pertama kali yang kita lakukan adalah
C. Niat

3. Air yang dapat digunakan untuk wudhu adalah
A. Air sumur

4. Niat ketika wudhu ada di dalam
B. Hati

5. Ketika membasuh kedua tangan harus sampai
A. Siku-siku

6. Selesai berwudhu sebaiknya
B. Berdoa

7. Membasuh muka saat berwudhu sebanyak
C. Tiga kali

8. Membaca doa setelah wudhu menghadap
C. Kiblat

9. Jika bersentuhan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim, wudhu kuta akan
A. Batal

10. Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu adalah
A. Kentut

B
1. Setelah membasuh muka kemudian membasuh kedua tangan
2. Setelah wudhu sebaiknya berdoa
3. Berwudhu hukumnya ... bagi orang yang akan shalat
4. Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu ada empat
5. Salah satu hal yang membatalkan wudhu yaitu kentut

C
1. Berapa kali disunahkan anggota badan dalam wudhu? Tiga kali
2. Sampai mana batas membasuh tangan dalam wudhu? Siku-siku
3. Apa yang dimaksud dengan tertib? Berurutan
4. Kapan waktu mengucapkan niat? Sebelum wudhu
5. Apa yang dilakukan setelah wudhu? Berdoa

01 Juli 2022

Ar Rahman, Ar Rahim, Al Ahad, Al Malik dan As Samad

Al Quran menjelaskan bahwa Allah memiliki nama-nama yang baik. Nama-nama baik itu disebut sebagai asmaul husna. Asmaul husna jumlahnya ada 99. Lima diantaranya adalah:


1. Ar Rahman

Ar Rahman artinya Maha Pengasih. Allah mengasihi semua makhluk-Nya baik yang taat maupun yang tidak taat. Allah mengasihi manusia tanpa membeda-bedakan miskin atau kaya. Begitu juga dengan hewan dan tumbuhan. Baik yang hidupnya di darat, laut maupun udara, semuanya mendapat kehidupan dan makanan dari Allah SWT.


2. Ar Rahim

Ar Rahim artinya Maha Penyayang. Allah menyayangi orang-orang yang beriman. Seorang yang beriman akan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.


3. Al Ahad

Al Ahad artinya Maha Esa. Esa itu artinya satu. Jadi, Allah itu satu. Tidak ada Tuhan selain Allah dan hanya kepada Allah lah yang patut kita sembah.


4. Al Malik 

Al Malik artinya Maha Merajai. Allah adalah raja dari segala yang ada  si langit, bumi, dunia dan akhirat. Allah yang menciptakan dan mengaturnya.


Sifat Maha Merajai milik Allah tidaklah seperti raja atau penguasa di dunia. Kekuasaan Allah tak terbatas. Jika Allah menghendaki kematian seseorang, dengan izin Allah orang itu akan meninggal dan tidak bisa dihalangi oleh orang manapun.


5. As Samad

As Samad artinya Maha Dibutuhkan. Allah tempat kita memanjatkan doa dan menyampaikan semua permintaan. Kita tidak boleh meminta kepada selain Allah karena itu termasuk musyrik dan musyrik termasuk dosa besar yang tidak mudah diampuni oleh Allah SWT.

24 Juni 2022

Perjalanan Manusia Yang Kekal

Semenjak manusia diciptakan hingga hari kiamat, mengalami beberapa tahapan untuk menuju alam yang abadi.


Dunia

Tempat yang penuh warna-warni kehidupan. Di sinilah manusia memulai kehidupan baru setelah dilahirkan. Di sini juga tempat mengumpulkan semua amalan yang baik atau jelek sebagai bekal menuju akhirat.


Kubur

Awal menuju akhirat sebelum datangnya hari kiamat. Di alam ini,   manusia pertama kali memasuki akan mendapatkan pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Bakir tentang siapa rabbmu, siapa nabimu dan apa kitabmu.


Hari Kebangkitan

Setelah kiamat datang, semua manusia dari yang awal penciptaannya hingga akhir akan dibangkitkan dari kubur yang disusun mulai dari tulang ekornya.


Hari Dikumpulkan 

Suatu hati dimana semua manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar.


Syafaat

Di hari ini, semua orang saling mengharap syafaat.


Hisab

Perhitungan amal manusia yang dikumpulkan selama di dunia.


Catatan Amal

Semua amal baik dan buruk mereka akan diperlihatkan dalam bentuk catatan amal/perbuatan ketika di dunia.


Timbangan Amal

Setelah semua menerima catatan, mereka akan ditimbang amalan baik dan amalan buruknya.


Telaga Haudh

Sebuah telaga yang besar dimiliki oleh Rasulullah SAW

sebagai bentuk kenikmatan bagi kaum mukminin untuk dapat minum dari telaga ini yang tidak akan haus selama-lamanya.


Shirat

Jembatan yang membentang di atas neraka yang akan mengantarkan menuju surga.


Neraka

Tempat paling mengerikan yang memiliki siksa dan panas api mencapai 70× lipat dari panasnya api di dunia. Neraka memiliki 7 pintu.


Surga

Tempat kenikmatan yang paling tinggi dan kekal selama-lamanya bagi kaum mukminin. Surga memiliki 8 pintu.


22 Juni 2022

Kunci Jawaban Senang Belajar Agama Islam Kelas 2 Halaman 35


A
1. Lawan dari sikap sombong adalah
B. rendah hati

2. Keuntungan bagi orang yang mempunyai sifat rendah hati adalah
A. Banyak teman

3. Menabung termasuk salah satu contoh sikap
A. sederhana

4. Hidup sederhana adalah hidup yang tidak terlalu kikir dan tidak
B. boros

5. Hemat pangkal
B. kaya

6. Adab masuk kamar mandi atau WC yang benar adalah mendahulukan
C. kaki kiri

7. 

Adalah doa ketika
B. keluar wc

8. Islam adalah agama yang
B. bersih

9.

Adalah doa
C. Masuk kamar mandi

10. Kebersihan sebagian dari
A. Iman

B
1. Rendah hati termasuk salah satu sifat terpuji
2. Sederhana adalah hidup secukupnya
3. Orang yang hidupnya sederhana gemar menyisihkan uang sakunya untuk ditabung
4. Keluar dari WC mendahulukan kaki sebelah kanan
5. 

Adalah doa masuk kamar mandi

C
1. Sebutkan perbedaan antara rendah hati dan rendah diri!
Orang yang rendah hati akan menghormati dan menghargai orang lain sementara orang yang rendah diri artinya tidak menghargai dirinya sendiri.

2. Bagaimanakah sikap orang yang hidupnya sederhana?
Orang yang sederhana tidak akan membeli barang yang tidak bermanfaat. Ia juga tidak akan memamerkan kekayaan yang dimilikinya. Bahkan ia gemar menabung atau bersedekah.

3. Sebutkan keuntungan orang yang memiliki pola hidup sederhana!
Hidupnya akan berkah

4. Sebutkan dua adab buang air kecil atau besar!
Dilakukan di tempat tertutup dan mendahulukan kaki kiri ketika masuk kamar mandi.

5. Sebutkan tempat yang tidak diperbolehkan untuk buang air!
Tempat umum, pinggir jalan, di lubang tanah dan air yang tidak mengalir

17 Juni 2022

Thoharoh atau Bersuci

Syarat sahnya shalat adalah bersuci dengan menghilangkan hadats kecil maupun besar dan najis menggunakan air ataupun tanah/debu yang suci.


Kita bisa bersuci dengan cara:


1. Wudhu 





Wudhu adalah membasuh sebagian anggota badan dengan air sesuai syariat. Namun, wudhu kita akan batal jika:


A.  Keluar sesuatu dari tempat keluarnya najis seperti tinja, kentut dan kencing


B. Hilang akal (mabuk, pingsan, koma)


C. Tidur nyenyak 


D. Bersentuhan dengan kulit lawan jenis yang bukan mahrom


E. Bersetubuh 


F. Menyentuh kemaluan tanpa pembatas atau secara langsung


2. Tayamum


Tayamum  adalah bersuci menggunakan debu sebagai pengganti wudhu karena tidak dapat air atau ada madhorot yang besar jika menggunakan air seperti sakit kulit yang tidak boleh kena air, atau luka yang jika terkena air jadi semakin parah serta kondisi lain   yang menyebabkan tidak mendapat air sama sekali.


Cara bertayamum tidak seperti wudhu yang harus berkumur-kumur dan lain sebagainya. Berikut cara yang dituntunkan dalam bertayamum 


A. Membaca basmalah 


B. Meletakkan tangan dengan meregangkan dan menekan agar debu menempel kemudian meniup debu yang menempel


C. Menyapukan debu ke muka


D. Mengambil debu kembali seperti pertama


E. Menyapukan debu ke tangan kanan hingga siku kemudian tangan kiri hingga siku atau sampai pergelangan tangan 


Yang membatalkan tayamum:


• Sama seperti hal-hal yang membatalkan wudhu


• Menemukan air sebelum melakukan shalat


3. Mandi Wajib


Mandi wajib adalah meratakan air ke seluruh badan dengan niat untuk menghilangkan hadats besar. Kita harus melakukan mandi wajib jika:


• Melakukan hubungan suami istri meski tidak mengeluarkan sperma


• Keluar mani karena mimpi basah


• Meninggal (yang bukan karena mati syahid atau korban perang)


• Keluar mani dengan sengaja atau sebab lain


• Baru masuk Islam atau mualaf 


Cara Mandi Wajib 


A. Memulai membasuh kedua tangan


B. Membasuh kemaluan


C. Berwudhu 


D. Membaca basmalah


E. Niat mandi untuk menghilangkan hadats besar 


F. Memasukkan jari-jari ke pangkal rambut dengan menuangkan air ke kepala


G. Menyiram air mulai dari kepala dan bagian tubuh yang lain dengan mendahulukan yang kanan serta meratakannya


10 Juni 2022

Penyebar Agama Islam di Jawa

Sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam tak lepas dari peran para pendahulu kita dari kalangan orang-orang yang berilmu agama. Untuk itu, perlu kita mengenal lebih dekat peran dan keberadaan mereka yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Indonesia dengan kondisi masyarakat yang waktu itu baru lepas dari pengaruh Hindu-Budha.



Dalam beberapa catatan, asal para juru dakwah itu dari Yaman karena terlihat jelas dalam kesamaan dan pengamalan bercorak tasawuf. Dalam catatan lain, asal usul penyebaran Islam adalah melalui perdagangan Gujarat yang mana sebagian dari mereka menikah dengan penduduk asli yang berada di daerah pelabuhan, kemudian disusul beberapa orang yang berasal dari Timur Tengah dalam lima periode.


Periode pertama tahun 808 hijriyah atau 1404 masehi dikirimlah para ulama ke Jawa atas anjuran penguasa Turki. Mereka adalah


1. Maulana Malik Ibrohim atau dikenal dengan nama Sunan Gresik. Beliau berasal dari Turki dan berdakwah di Jawa bagian timur. Wafat di Gresik pada tahun 1419M.


2. Maulana Ishaq berasal dari Samarkand. Setelah tugasnya di Jawa selesai, Maulana Ishaq pindah ke Samudra Pasak dan wafat di sana.


3. Syekh Jumadil Qubro berasal dari Mesir. Malamnya di Troloyo Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.


4. Maulana Muhammad Al Maghrobi berasal dari Maroko. Wafat pada 1465M dan dimakamkan di Jatianom, Klaten, Jawa Tengah.


5. Maulana Malik Isrofil berasal dari Turki. Wafat tahun 1435 dan dimakamkan di Gunung Santri.


6. Maulana Muhammad Ali Akbar berasal dari Persia, Iran. Wafat 1435M dan dimakamkan di Gunung Santri.


7. Maulana Hasanuddin berasal dari Palestina. Wafat pada 1462M dan dimakamkan di samping masjid Banten Lama.


8. Maulana Alayuddin berasal dari Palestina. Wafat pada 1462 dan dimakamkan di samping masjid Banten Lama.


9. Syekh Subakir berasal dari Persia dan kembali ke Persia pada tahun 1462M dan wafat di sana.


Periode kedua memiliki tugas sebagai pengganti juru dakwah yang kembali ke negeri asal atau meninggal. Mereka adalah:


1. Raden Ahmad Ali Rahmatullah. Datang ke Jawa pada tahun 1421M menggantikan Maulana Malik Ibrohim yang wafat. Beliau dikenal sebagai Sunan Ampel.


2. Sayyid Ja'far Shodiq berasal dari Palestina. Datang ke Jawa pada tahun 1436 menggantikan Maulana Malik Isroil yang wafat. Beliau tinggal di Kudus sehingga dikenal dengan nama Sunan Kudus.


3. Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati berasal dari Palestina. Datang ke Jawa pada tahun 1436M menggantikan Maulana Ali Akbar yang wafat.


Para ulama tersebut kemudian membagi tugas. Raden Rahmatullah, Maulana Ishaq dan Maulana Jumadil Qubro bertugas di Jawa Timur. Sunan Kudus, Syekh Syakir dan Maulana Al Maghrobi bertugas di Jawa Tengah. Syarif Hidayatullah, Maulana Hasanuddin dan Maulana Aliyuddin di Jawa Barat.


Periode ketiga tahun 1463M. Pada periode ini sudah ada beberapa pribumi yang menimba ilmu agama dari para ulama dan mengemban tugas yang sama yaitu sebagai dai. Mereka adalah:


1. Raden Paku atau Sunan Giri. Lahir di Blambangan, Jawa Timur merupakan putra Syekh Maulana Ishaq. Beliau menggantikan ayahnya yang pindah ke negeri Pasai.


2. Raden Said atau Sunan Kalijaga. Lahir di Tuban, Jawa Timur merupakan putra Adipati Wilatikta di Tuban. Beliau menggantikan Syekh Syakir yang kembali ke Persia.


3. Raden Makdum Ibrohim atau Sunan Bonang. Lahir di Ampel, Surabaya. Beliau adalah putra dari Sunan Ampel. Beliau menggantikan Maulana Hasanuddin yang wafat.


Periode keempat pada tahun 1466:


1. Raden Patah merupakan murid dari Sunan Ampel. Beliau adalah  putra Raja Brawijaya Majapahit.


2. Fathullah Khan merupakan putra Sunan Gunung Jati. Beliau menggantikan ayahnya yang lanjut usia.


Periode kelima, masuklah Raden Umar Said atau Sunan Muria yang merupakan putra Raden Said (Sunan Kalijaga).


03 Juni 2022

Inilah Dosa Yang Tak Dimaafkan Oleh Allah SWT

Allah Maha Pemaaf, tapi Allah tak memaafkan satu dosa ini. Jadi, sobat Mocha harus menjauhkan diri dari dosa ini. Ingin tau dosa apa? Ya Syirik.


Syirik adalah menyekutukan Allah baik berupa keyakinan, perkataan maupun perbuatan. Orang  yang syirik disebut musyrik. Contoh perbuatan syirik adalah orang Islam tapi memohon bantuan jin, tuyul atau setan dalam mencari kekayaan.


Syirik termasuk dosa besar yang tidak mudah diampuni oleh Allah.


(An-Nisā'):48 - Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.


(Al-Mā'idah):72 - Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.


Macam-macam Syirik

Syirik ada bermacam-macam bentuk yaitu ada syirik dalam ketaatan, ibadah, keyakinan maupun syirik dalam motivasi (tujuan). Namun dalam bentuknya, syirik hanya dibagi menjadi dua macam yaitu:


A. Syirik khofi (samar) yaitu syirik yang tidak nampak. Contoh dari jenis syirik ini ialah orang yang rajin beribadah tapi suka memohon pada kuburan dan tempat-tempat keramat lainnya


B. Syirik jali (terang-terangan) yaitu perbuatan syirik secara jelas contohnya orang yang taat pada Allah tapi lebih takut pada kemarahan Nyi Roro Kidul


Cara menghindari syirik:

1. Menghayati makna syahadat tauhid

2. Berusaha untuk mengingat dan menyakini kebesaran Allah yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya

3. Menggunakan akal pikiran secara maksimal sehingga menyadari bahwa segala nikmat yang kita terima hanyalah dari Allah

4. Menambah ilmu agama dan bergaul dengan orang sholeh/sholehah

5. Menyadarkan diri bahwa syirik merupakan dosa yang besar

27 Mei 2022

Riya, Si Haus Pujian

Riya adalah sifat yang mempertontonkan amal kebaikan atau ibadahnya kepada orang lain. Sikap riya termasuk syirik kecil (syirik ashghor) yang mana sikap ini sangat dikhawatirkan oleh Rasulullah SAW.


Orang yang riya akan merugi dunia dan akhiratnya seperti dijelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 264

(Al-Baqarah):264 - Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.


Ciri-ciri orang riya

A. Memamerkan amalan ibadahnya pada orang lain

B. Jika ibadahnya tidak dipuji, ia tidak bersemangat

C. Amalannya bukan karena Allah melainkan ingin dipuji orang lain

D. Punya tujuan tertentu dalam beribadah yang sifatnya duniawi

20 Mei 2022

Nifak, Sifat dan Akibat

Nifak menurut bahasa berarti lubang tempat bersembunyi, sedangkan menurut istilah nifak berarti menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Orang yang berbuat nifak disebut munafik. Orang munafik memiliki dua muka. Orang munafik menyembunyikan kekafiran dalam hatinya dan menampakan iman dalam lidahnya. Mulutnya mengatakan iman tapi tidak mau menjalankan kewajiban sebagai mukmin.


Orang munafik suka berpura-pura. Hal ini jelaskan dalam surah Al Baqarah ayat 14

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok".


Tanda-tanda orang munafik

"Empat sifat atau perkara siapa terdapat padanya empat sifat itu, ia adalah munafik. Barang siapa terdapat padanya satu dari empat sifat itu, terciptalah padanya suatu bagian nifak. Sifat yang empat itu ialah apabila dipercaya ia berkhianat, apabila berbicara ia dusta, apabila ia berjanji ia menyelisih (tidak menepati) dan apabila berdebat dengan seseorang, ia berlaku curang." (HR. Bukhori)


Nifak dibagi menjadi dua yaitu nifak i'tiqadi (keyakinan) dan nifak amali (perbuatan). Perbuatan yang termasuk nifak adalah:


1. Menolak sesuatu yang ditetapkan Allah atau rasul

2. Berkeyakinan bahwa petunjuk Rasulullah tidak sempurna atau meyakini selain hukum Allah itu lebih baik

3. Mengolok-olok Allah, Al Quran dan Rasulullah 

4. Membantu orang musyrik untuk memusuhi Islam 


Akibat perbuatan munafik

A. Akan dibiarkan dalam kesesatan (QS. Al Baqarah ayat 15)

B. Dimasukan dalam jurang neraka yang paling dasar (QS. An Nisa ayat 145)