Mata sembab terukir di baby face milik Aira. Sudah beberapa hari belakangan ini Aira selalu menangis saat masuk ke kelas. Asmi yang mengantarkan Aira pun menjadi bingung harus berbuat apa.
Asmi menceritakan kejadian ini pada ibu dan nenek Aira. Setelah musyawarah singkat tersebut, diperolehlah kesepakatan bahwa Aira besok akan diantar oleh Ana, ibunya.
Keesokan harinya, Aira masih saja menangis saat masuk ke kelas. Ana jadi curiga apakah di kelas tersebut ada semacam setan atau jin hingga anaknya selalu menangis dan takut jika masuk ke sana?
"Jika itu benar, kita ke tempat Amri buat minta bantuan," usul nenek Aira
Amri merupakan tetua kampung yang biasanya mengurusi hal-hal gaib seperti kesurupan, diganggu makhluk dan sebagainya.
Di rumah Amri, Iyem, nenek Aira menceritakan apa yang terjadi. Akhirnya mereka diberi bahan-bahan yang konon katanya bisa mengusir "mereka".
"Ugh! Bau apa ini?" tanya Kenzie, kakak Aira, sambil menutup hidung
"Ini bahan-bahan buat ngusir setan yang gangguin adikmu." Kenzie melenggang tanpa berkomentar
"Mama, Aira tidur siang dulu, ngantuk," izin Aira kemudian mengikuti kakaknya menuju kamar
***
"Kakak?" panggil Aira
Kenzie menempelkan telunjuknya pada bibir, memberi isyarat pada adiknya untuk diam. Mengendap-endap layaknya maling menuju adiknya.
"Apapun yang kamu liat dan terjadi di sini, jangan bilang sama siapa pun. Ini rahasia kita ber-"
"Akhirnya kau datang juga," ucap seseorang tinggi besar dengan kedua kaki hilang dan wajahnya gosong
"Kakek? Ini seriusan kakek?" tanya Kenzie tak percaya. "Jangan bilang kakek yang selama ini nakut-nakutin Aira di sekolah."
"Hahaha, kakek nggak nakut-nakutin karena kakek itu ganteng, bukan serem. Lagian apa salahnya nemuin cucu sendiri?"
"Nggak salah, cuman waktunya kurang tepat. Aira masih terlalu kecil buat tau keadaan terakhir kakek." Kenzie mengubah arah pandang pada adiknya, "Ai, jangan takut. Dia itu kakek kita. Suaminya nenek Iyem. Kakinya hilang dan tubuhnya gosong karena pas mau balik ke kota asalnya dia kecelakaan. Kakinya terjepit dan mobilnya kebakar. Walaupun kek gitu dia baik kok. Jadi kamu nggak perlu takut. Kalo dia masih gangguin kamu pas lagi pelajaran, bilang aja ke kakak. Biar kakak jewer telinganya," ucap Kenzie sambil melirik ke arah kakeknya
Tiba-tiba Aira terbangun dari tidurnya dan langsung menuju Iyem di dapur, "Nek, kakek meninggal karena kecelakaan pas mau ke kota asalnya ya?"
"Kamu tau dari mana?" tanya Iyem
"Nguping. Apa lagi selain itu?" jawab Kenzie yang baru datang dan langsung menyeret adiknya menuju kamar
"Kakak kan udah bilang apapun yang kamu alami di sana tadi, jangan kasih tau siapapun. Itu rahasia kita berdua."
"Kenapa kakak ngelakuin ini? Kenapa nggak terang-terangan aja kalo kakak 'bisa' kan jadinya nggak dimarahin sama mama dan nenek."
"Lima tambah lima sepuluh. Lima kali dua sepuluh. Aku dan pak Amri cuman beda cara buat menghasilkan hasil yang sama."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar