Rukun Islam merupakan syarat sahnya seorang beragama Islam karena merupakan pokok kewajiban seorang muslim yang harus ia dinaikan sebagai pondasi dalam beragama Islam. Rukun Islam ada lima yaitu
1. Syahadat
Mengucapkan dua kalimat syahadat memiliki arti bersaksi dengan cara berikrar. Dalam agama Islam ada dua syahadat yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul. Lafadznya sebagai berikut:
"Aku bersaksi bahwa tidak ada persembahan yang berhak dibasahi kecuali Allah,
dan aku bersaksi Nabi Muhammad utusan Allah."
Fardhu syahadat ada 3:
1) Mengakui dengan lisan
2) Membenarkan dengan hati
3) Mengamalkan dengan anggota badan
Kesempurnaan syahadat ada 4:
1) Diketahui
2) Diucapkan
3) Dibenarkan
4) Diyakini dalam hati
Syahadat bisa rusak atau batal jika:
1) Menyekutukan Allah
2) Ragu-ragu terhadap Allah
3) Tidak mengakui dzat Allah
4) Ingkar terhadap perintah Allah
5) Ingkar terhadap Rasul
6) Ragu-ragu terhadap sabda Rasulullah
7) Membenci para shohabat
2. Shalat
Shalat adalah bentuk ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan yang diawali takbiratul ihrom dan diakhiri salam. Shalat merupakan tiang agama, maka barang siapa yang menegakkan shalat maka dia telah menegakkan agama dan barang siapa yang meninggal shalat, maka dia telah merobohkan agama.
Agar shalat seorang muslim sempurna, harus terpenuhi syarat dan rukunnya.
Syarat Sahnya Shalat
1. Beragama Islam
2. Sudah baligh (terbebani syariat) dan berakal sehat
3. Suci dari hadast kecil dan besar
4. Menutup aurat
5. Telah masuk waktu shalat kecuali shalat sunah
6. Menghadap kiblat
Rukun Sholat
Rukun sholat adalah bagian-bagian shalat yang tidak boleh ditinggalkan yaitu:
1. Niat
2. Berdiri bagi yang mampu
3. Takbiratul ihrom (takbir pembuka dengan mengangkat tangan)
4. Membaca Al Fatihah dan surat lain
5. Rukuk dengan tuma'ninah
6. I'tidal dengan tuma'ninah
7. Sujud dengan tuma'ninah
8. Duduk antara dua sujud dengan tuma'ninah
9. Duduk tasyahud akhir dengan tuma'ninah
10. Membaca tasyahud akhir
11. Membaca salam
12. Tertib (berurutan dalam mengerjakannya)
Hal-Hal Yang Membatalkan Shalat
1. Terkena najis baik dari badan sendiri seperti kentut, kencing, dan tinja, atau sebab lain yang diketahui pasti kenajisannya
2. Bercakap-cakap
3. Makan dan minum
4. Tertawa
5. Banyak bergerak yang tidak perlu
6. Terbuka auratnya
7. Menjawab bersin
Shalat sendiri dibagi menjadi dua yaitu shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat wajib ada 5 yaitu subuh, dhuhur, asar, maghrib dan isya. Sementara shalat sunnah contohnya: shalat dhuha, tahajjud, istikharah, tarawih, witir dsb
3. Zakat
Menurut bahasa, zakat artinya tumbuh, berkembang, kesuburan atau bertambah (HR. At Titmidzi) atau bisa juga diartikan sebagai pembersih atau menyucikan (QS. At Taubah:10)
Hukum zakat fitrah adalah wajib bagi kaum muslimin. Zakat telah diatur secara rinci dalam Al Quran dan As Sunnah sekaligus merupakan amalan sosial kemasyarakatan.
Syarat Zakat
A. Muslim
B. Aqil atau berakal
C. Baligh
D. Memiliki harta yang sudah mencapai nisab (batas keharusan mengeluarkannya dan tidak berkurang jumlahnya)
E. Satu putaran tahun (haul)
Macam-Macam Zakat
1. Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang berupa makanan pokok suatu negeri atau daerah seperti beras, jagung, gandum, sagu dll yang wajib dikeluarkan tiap muslim mulai dari anak-anak, orang dewasa, orang tua, orang yang merdeka dan bayi yang lahir sebelum 1 syawal. Zakat diberikan pada orang yang berhak menerima ketika menjalani iedul fitri dengan batasan sebelum melaksanakan shalat ied.
Zakat fitrah boleh dibayarkan seharga makanan pokok yang berlaku waktu itu pada petugas zakat, yang nantinya petugas yang membelikan makanan pokok tersebut untuk dibagikan pada fakir miskin.
2. Zakat Mal
Zakat Mal adalah jenis zakat yang berupa harta benda. Diantaranya adalah:
A. Binatang ternak
B. Hasil pertanian dan perkebunan
C. Perdagangan
D. Emas dan perak
E. Harta karun (rikaz), hasil tambang dan rampasan perang
Orang yang berhak mendapat zakat ada 8 golongan yaitu:
1. Fakir: orang yang tidak punya penghasilan tetap sehingga kebutuhan sehari-hari sering kekurangan
2. Miskin: orang yang punya penghasilan tapi hartanya kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
3. Amil: petugas zakat
4. Mualaf: orang yang baru masuk Islam dan imannya masih lemah
5. Hamba sahaya: budak yang berkesempatan untuk memerdekakan diri dengan harta
6. Ghorim: orang yang memiliki hutang bukan untuk kepentingan maksiat
7. Sabilillah: orang yang menegakkan agama Islam dan tidak mendapat gaji
8. Ibnu sabil: orang yang dalam perjalan untuk menuju kebaikan dan membutuhkan bantuan
3. Puasa
Puasa menurut bahasa adalah menahan. Sementara menurut syariat adalah bentuk ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu dll dari hal yang membatalkan puasa sejak matahari terbit hingga terbenam disertai niat sebelumnya.
Puasa dibagi menjadi 2 yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib diantaranya adalah puasa ramadhan dan puasa kafaroh (puasa yang dilakukan untuk mengganti/membayar karena sumpah, salah membunuh, nazar, dan jima dengan sengaja di siang hari pada bulan ramadhan). Sementara puasa sunnah contohnya puasa syawal, senin kamis, bulan sya'ban, ayyaumul bidh, asyura, arafah dan Dawud.
Banyak ayat dan hadits yang menjelaskan keutamaan puasa. Secara khusus puasa memiliki keutamaan sebagai berikut:
1. Sebagai pelindung dari api neraka
2. Memasukkan hamba ke surga
3. Miliki pahala tak terbatas
4. Mendapatkan dua kegembiraan yaitu ketika datangnya waktu berbuka dan saat bertemu Allah nanti
5. Di sisi Allah SWT bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi dari minyak misk
6. Puasa akan memberi syarat di hari kiamat
7. Memasuki surga dari pintu Ar Royyan (pintu yang hanya bisa dilewati oleh orang-orang yang puasa)
Saat berpuasa, kita disunnahkan untuk mengakhirkan sahur, menyetarakan berbuka dan berbuka dengan buah kurma atau kalau tidak ada, dengan air putih.
Puasa bisa batal jika:
● Makan dan minum
● Muntah dengan sengaja
● Haid
● Bersetubuh dengan sengaja
● Mengeluarkan mani dengan sengaja
5. Haji dan Umroh
Haji adalah berniat dengan sengaja menuju baitullah (ka'bah) di Makkah untuk mengerjakan ibadah sesuai ketentuan ibadah haji.
Perbedaan haji dan umrah berada di waktu pelaksanaanya. Haji dilakukan pada bulan Dzulhijjasedangkan umrah tidak terikat waktunya.
Syarat Haji dan Umrah
1. Islam
2. Baligh
3. Berakal sehat
4. Merdeka
5. Mampu
Rukun Haji
Merupakan serangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan. Apabila salah satu tidak dilaksanakan, maka hajinya tidak sah. Rukun haji ialah:
1. Ihrom yaitu niat untuk memulai haji dengan memakai pakaian ihrom
2. Wukuf (menetap) di Padang Arafah
3. Mengelilingi ka'bah 7 kali
4. Sa'i (lari-lari kecil)
5. Tahalul (mencukur rambut)
6. Tertib
Wajib Haji
1. Ihrom
2. Mabit (menginap) di Mudzalifah
3. Mabit di Mina
4. Melempar jumroh
5. Menghindari perbuatan terlarang dalam keadaan berihrom
6. Towaf wada (perpisahan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar