"Kapan ya aku bisa kayak dia?"
"Coba saja aku kurus, pasti aku cantik."
"Kalau saja aku lebih tinggi, maka aku ...."
"Gara-gara jerawat aku jadi enggak PeDe deh, mau keluar rumah."
Pernahkah sahabat kamu mengalami tidak percaya diri? Atau bahasa lainnya insecure?
Insecure dari sisi psikologi adalah perasaan tidak aman yang muncul karena persepsi kita sendiri yang merasa diri kita tidak mampu, tidak ada artinya, tidak bermakna. Akhirnya kita jadi takut berlebih, malu, tidak percaya diri dan merasa tidak berharga.
Faktor Penyebab Insecure
1. Pengalaman Buruk atau Negatif di Masa Lalu
Hal ini kerap menjadi sebab insecure loh sahabat DuPi. Misalnya kamu pernah mendapat penolakan di masa lalu seperti, dijauhi, diejek atau bahkan direndahkan oleh orang lain sehingga di masa sekarang jadi insecure.
2. Lingkungan yang Tidak Tepat
Lingkungan juga menjadi salah satu sebab seseorang bisa insecure. Misalnya kalian berada di lingkungan yang memilki standart tertentu, tapi diri kalian tidak sesuai dengan standart tersebut, makanya kalian menjadi insecure.
3. Terlalu Perfeksionis
Terkadang seseorang ingin terlihat sempurna di mata orang lain sehingga membuatnya mudah merasa insecure karena apa yang dilakukan selalu belum sempurna. Padahal nyatanya setiap orang pasti memiliki kekurangan.
Dampak Insecure Terhadap Psikologis
Menurut psikolog Frisca Mellisa, insecure bisa mengganggu kondisi mental seseorang. Sama saja mematikan dan menekan mental. Akibatnya potensi diri atau kelebihan diri yang dimiliki tidak terlihat, karena tertutup oleh rasa insecure itu sendiri.
Cara Mencegah Insecure
Berikut beberapa tips cara mencegah perasaan insecure, yakni :
💡 Selalu Berpikir Positif
╰⌲ Jika ada yang mengkritik atau berkomentar, anggap saja itu teguran bagi kita dan kedepannya kita berusaha agar tidak mendapat kritik atau komentar negatif.
💡 Kenali Diri Kalian Sendiri
╰⌲ Sebenarnya aku ini orangnya bagaimana sih?
Nah, penting untuk sahabat DuPi bisa mengenali diri kalian, sehingga tahu di mana letak kelebihan dan kekurangan kalian.
💡 Fokus Pada Kelebihan Kalian
╰⌲ Jika sudah tahu kelebihan dan kekurangan kalian, maka fokuslah pada kelebihan kalian. Tingkatkan dan optimalkan kelebihan itu. Kemudian latihlah kelebihan kalian agar berkembang dan menjadi lebih baik.
Tips Mengatasi Insecure
Anggap Pengalaman Buruk Sebagai Pembelajaran
╰⌲Yang perlu sahabat DuPi ingatlah yakni, kalau kegagalan, kesalahan ataupun penolakan adalah proses belajar. Jadi anggap hal itu akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Fokus Pada Solusi
╰⌲Jika ada hal yang kita tidak mampu, maka fokuslah untuk mencari solusinya agar kita mampu membenahi kekurangan diri dan mengoptimalkan kelebihan diri, sehingga kita tidak akan insecure lagi.
Memahami dan Menyadari Bahwa Setiap Orang Itu Unik
╰⌲Jangan pernah berpikir kalau kita itu akan cantik atau ganteng atau keren dll, jika kita sesuai dengan standar tertentu. Karena pada faktanya setiap orang itu unik dan tidak ada yang sempurna. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Yang perlu kita pahami bahwa hidup enggak selalu tentang good-looking loh, tetapi juga perlu good-attitude. Karena good-looking tanpa good-attitude = Nol Besar, nggak ada artinya.
Tidak semua kebahagiaan dapat dinilai dengan sebuah keberhasilan, jika kamu terus bersyukur dengan setiap proses hidup yang kamu alami, itu pasti akan membuat kamu lebih merasa bahagia dari apa pun.
Setiap manusia memiliki masalah dan kecemasannya masing-masing tidak perlu kamu pungkiri bahkan hindari, cukup kamu terima dengan lapang dada tanpa harus membandingkannya dengan orang lain.
Jika kamu merasa insecure, coba biarkan saja energi tersebut masuk terlebih dahulu, terima. Lalu coba selalu ingat berbagai macam kelebihan yang kamu punya, nikmat hidup sampai dengan saat ini, dan segala kemudahan yang telah kamu peroleh. Maka rasa insecure tersebut tak akan lama bersarang dalam pikiranmu. Tidak ada waktu terlambat untuk terus memperbaiki diri.
"Kita tidak bisa menutup kekurangan menjadi sebuah kesempurnaan. Namun kita bisa arahkan dan kontrol insecure tersebut menjadi potensi "—Anonim
Sumber: seni sehat dan DuPi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar