10 April 2022

Sebuah Alasan

 "Orang bener-bener pemberian dari Tuhan kaya gitu malah dibelah segala," gerutu Iyem kala mendengar Anti, tetangga sebelah dioperasi karena tidak bisa melahirkan secara normal.


Sejenak, Claudia tersenyum kemudian mengikuti Iyem melenggang ke dalam. Iyem mendesis diikuti sumpah serapah karena kakinya terkena duri dari bunga mawar milik Claudia.


"Kamu ini gimana  sih?! Nyapu nggak bersih. Malah ada duri mawar di sini," omelnya diikuti desisan yang sama


Lagi-lagi Claudia tersenyum, "Sini, aku bantu."


Claudia mengambil pipet di laci nakasnya kemudian berusaha menarik duri itu keluar.


"Apa nenek tau? Kenapa Raka mengorek kuping? Atau lebih sederhananya, kenapa aku harus bersusah-susah mengorek tanah yang awalnya terlihat baik-baik aja?" tanya Claudia dibalas lirikan dari Iyem. "Itu karena sebuah alasan. Raka ingin membersihkan telinganya. Aku menggunakan pipet ini, mengorek-orek kaki nenek yang sekilas baik-baik aja juga punya alasan. Begitu juga dokter. Dokter punya alasan kenapa harus membelah perut mba Anti. Dokter ingin mengambil bayi di perut mba Anti supaya mba Anti nggak ngerasa sakit dan leluasa bergerak sama seperti nenek sekarang," Claudia menurunkan kaki Iyem dan mengembalikan pipet ke tempat asalnya karena persentasenya telah selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar