Seperti biasa, hari ini aku diantar mama ke taman kanak-kanak. Setelah bel berbunyi, anak-anak berkumpul dan berbaris. Masing-masing menghitung hingga giliranku, "Empat." Berlanjut pada empat anak di belakangku.
"Anak-anak, hari ini aku kedatangan Kak Setya dan badutnya. Kalian yang tertib ya nontonnya," ucap bu guru
Tunggu! Apa kata bu guru tadi? Badut. Oh tidak. Aku takut badut. Entahlah tapi aku merasa badut begitu menakutkan.
Saat badut-badut itu menuju aula, aku memilih kabur karena takut. Aku berlari menuju tangga. Sesuatu berwarna hijau menatapku lekat. Seluruh tubuhnya benar-benar berwarna hijau tanpa warna lain. Apakah itu badut yang kebetulan lewat? Aku makin takut dan berlari menuju ruang guru. Bersembunyi di balik meja guru, berharap badut berwarna hijau itu segera pergi.
Tak berselang lama, banyak langkah kaki terdengar. Itu wali kelasku dan beberapa guru lain. Aku berhamburan ke pelukannya.
"Ada apa?"
"Tolong bu. Ada badut yang tubuhnya berwarna hijau di dekat tangga."
"Tidak ada badut berwarna hijau yang kak Setya bawa hari ini."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar