09 Mei 2022

Gaming Disorder Penyebab, Gejala dan Cara Menanganinya

Diambil dari sehatq.com gaming disorder adalah pola perilaku bermain game yang tidak terkendali hingga dapat mengganggu minat dan aktivitas sehari-hari.


Kondisi ini kini telah dimasukkan ke dalam klasifikasi penyakit internasional keluaran terbaru (ICD-11). Sama seperti perilaku kecanduan lainnya, gaming disorder dapat memberikan efek negatif terhadap hubungan dengan keluarga, pekerjaan, maupun pendidikan. Orang yang menderita kelainan ini akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain game dan memiliki ikatan emosional yang erat dengan kebiasaan ini. Selain itu, gaming disorder juga dapat membuat koneksi sosial penderitanya menjadi terputus.

Tanda dan Gejala

Untuk bisa disebut menderita gaming disorder, seseorang perlu mengalami lima atau lebih gejala-gejala di bawah ini dalam kurun waktu setahun, yakni :

▪︎ Bermain game dijadikan sebagai kegiatan utama
▪︎ Selalu teringat game yang telah dimainkan sebelumnya dan selalu tidak sabar untuk kembali melanjutkan bermain game
▪︎ Saat tidak sedang bermain game, mulai muncul rasa marah, sedih atau gangguan kecemasan
▪︎ Merasa butuh bermain game, sehingga menghabiskan banyak waktu untuk melakukannya
▪︎ Tidak dapat mengendalikan keinginan untuk main game
▪︎ Tidak tertarik untuk berinteraksi dengan orang lain, melakukan hobi lain yang sebelumnya dimiliki, maupun kegiatan menyenangkan selain bermain game
▪︎ Tetap bermain game secara berlebihan meski tahu bahwa kegiatan tersebut dapat menyebabkan kecanduan dan menimbulkan masalah psikososial
▪︎ Tidak mendengarkan nasihat dari keluarga, terapis, maupun teman mengenai kebiasaan bermain game yang sudah sampai pada tahap yang meresahkan
▪︎ Menggunakan game sebagai satu-satunya cara untuk mengembalikan suasana hati yang buruk
▪︎ Kebiasaan bermain game sudah memberikan dampak buruk terhadap hubungan dengan orang lain, pekerjaan, maupun pendidikan

Penyebab Gaming Disorder

Hingga saat ini, penyebab dari gaming disorder belum diketahui secara jelas. Tidak hanya itu, faktor yang menyebutkan siapa saja yang lebih berisiko terkena gaming disorder pun belum jelas diketahui.

Cara Mengobati

Karena gaming disorder merupakan suatu kondisi kelainan yang baru ditetapkan, tahapan perawatannya pun belum dapat dijabarkan secara jelas. Beberapa langkah perawatan  berikut ini dapat digunakan sebagai pilihan perawatan gaming disorder:

1. Edukasi
Perawatan dijalankan dengan memberikan pengetahuan mengenai bahaya kecanduan games terhadap kesehatan mental serta mengenai gaming disorder secara keseluruhan.

2. Mencoba pengobatan yang umum digunakan untuk kondisi kecanduan
Perawatan ini umumnya termasuk membantu penderita mengontrol keinginannya, bagaimana menghadapi pikiran-pikiran tidak rasional yang muncul, serta belajar untuk mencari solusi dari masalah yang dihadap

3. Intrapersonal
Perawatan ini akan membantu seseorang untuk menguasai identitas dirinya sendiri, membangun rasa percaya diri dan meningkatkan kecerdasan emosional.

4. Interpersonal
Pada langkah ini, penderita akan diajarkan untuk memperbaiki kemampuan komunikasi mereka, membangun harga diri, meningkatkan kecerdasan emosional, serta berinteraksi dengan orang lain.

5. Bantuan keluarga
Apabila kecanduan game yang dialami membuat hubungan dengan keluarga semakin memburuk, keluarga juga dianjurkan untuk berpartisipasi dalam terapi tersebut.

6. Menjalani gaya hidup baru
Untuk mencegah terjadinya kecanduan bermain game, seseorang harus dapat mengenali kemampuan serta kelebihan yang dimilikinya dan menemukan kegiatan lain selain bermain game yang dianggap menyenangkan.

Bermain game tidak selalu akan berakhir dengan gaming disorder. Kondisi ini dipercaya hanya menyerang sebagian kecil dari sekian banyak orang yang menggemari game. Meski begitu, tetap perlu waspada ya akan kemungkinan terjadinya kecanduan.Walau kadang tidak disadari, mulai sekarang, lebih memerhatikan durasi yang kamu habiskan untuk bermain game. Kamu juga perlu lebih memerhatikan apakah kebiasaan tersebut mulai mengganggu kegiatan sehari-hari, memengaruhi kesehatan fisik dan mental, serta hubunganmu dengan orang lain. Semoga bermanfaat.

Sumber: sehatq.com dan DuPi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar