Menjadi orang baik dan bersikap baik dalam pekerjaan merupakan salah satu hakikat kehidupan. Kamu bisa mendapatkan banyak respect sekaligus memperbesar peluang karir. Namun, bukan berarti hal tersebut akan baik-baik saja. Layaknya sebuah pisau, tingkah laku baik ini juga memiliki efek negatif jika dilakukan berulang-ulang kali. Istilah yang satu ini kerap ditemui dengan istilah Emotional Sponge, digunakan untuk menyebut orang-orang yang memiliki rasa empati yang sangat besar. Saking besarnya empatimu, kebaikanmu ini sering disalahgunakan oleh orang lain untuk tujuan pribadi mereka.
Pengertian
Emotional Sponge adalah seseorang yang dengan mudah memberikan empati kepada perasaan apa pun dari orang lain. Sama halnya dengan sponge yang menyerap air, sebagai individu, kamu merupakan orang yang mudah menyerap perasaan yang sedang dirasakan oleh orang di sekelilingmu. Bukan hanya perasaan bahagia tapi juga perasaan sedih, marah, iri dan perasaan-perasaan negatif lainnya. Jika sudah begitu artinya kamu memiliki empati yang sangat tinggi terhadap perasaan orang lain dan memilih untuk meringankan perasaan mereka, dengan turut merasakan hal yang sama.
Sebagai individu yang memiliki kecenderungan seperti ini, tentu hal yang seharusnya dilakukan adalah melemparkan kegundahan ini ke tempatnya. Namun jika kamu seseorang yang lebih dominan sisi introvertnya, ini bukanlah perkara mudah. Bisa saja kamu malah jadi menyukai hal ini dan menganggap hal ini sebagai penghargaan akan kemampuanmu untuk menganalisa masalah sosial, dan membuat teman-temanmu mampu berpikir jernih sebelum membuat keputusan.
Ciri-ciri Kamu Memiliki Emotional Sponge
Diambil dari uptown.id berikut beberapa ciri kamu termasuk emotional sponge, antara lain:
1. Sosok pendengar yang baik dan menyenangkan
2. Mudah menyerap emosi orang lain, terutama bila ada orang-orang terdekat di lingkungan sekitar yang curhat padamu
3. Kecenderungan menyerap emosi orang lain sehingga membuatmu rentan, kewalahan secara psikis maupun fisik
4. Gampang merasa bersalah meskipun belum tentu benar-benar melakukan kesalahan
5. Merasa harus ikut bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah orang lain
6. Sering dianggap terlalu sensitif oleh orang-orang di lingkungan kerja.
Faktor Penyebab
Ada beberapa faktor penyebab yang bisa membuat seseorang menjadi emotional sponge saat bekerja, diantaranya:
▪︎Posisi jabatan yang rendah sehingga membuat seseorang harus mau mendengarkan keluh kesah dari atasan atau klien
▪︎Beban kerja yang terlalu berat juga menjadi distraksi yang memicu seseorang jadi lebih gampang menyerap emosi negatif
▪︎Memiliki karakter lebih dominan sisi introvert dalam diri sendiri yang juga bisa meningkatkan risiko penyerapan emosi negatif selama bekerja.
Cara Mengatasi Emotional Sponge
ッ1. Menyediakan waktu sendiri untuk mengurangi emosi
⌦Kamu bisa meluangkan waktu setiap harinya untuk mengambil waktu istirahat untuk me-time. Banyak hal yang bisa dilakukan seperti menghirup udara segar, meregangkan badan ataupun berjalan-jalan singkat di lingkungan sekitar. Kegiatan ini bisa mengurangi kondisi emosimu yang berlebihan.
ッ2. Meditasi
⌦Meditasi memang dinilai bisa menenangkan beragam emosi. Oleh karena itu, untuk mengembalikan energi yang terkuras, kamu bisa melakukan meditasi singkat selama beberapa menit setiap hari. Hal ini ditujukan agar kamu merasa lebih tenang dan tidak menyerap energi negatif dari orang sekitar yang sering curhat padamu .
ッ3. Hindari hal yang memicu sensitivitas
⌦Ketika kamu berada di dalam suatu keramaian, maka usahakan untuk memakan makanan berprotein tinggi dan duduklah di pojokkan, jangan di tengah keramaian. Ketika ada seseorang yang meminta tolong terlalu banyak dari kalian, jangan ragu untuk berkata tidak. Jika kalian juga merupakan sosok yang banyak makan ketika stres, maka kalian bisa mempraktekkan meditasi sebelum tangan kalian bergegas mengambil makanan.
ッ4. Carilah orang terdekat yang bisa dipercaya
⌦Manusia adalah makhluk sosial. Itulah sebabnya kita selalu butuh teman atau orang yang bisa dipercaya untuk meluapkan keluh kesah dan suka cita yang dialami. Agar kamu tidak salah memilih teman, ada baiknya kamu mendengar kata hati sejauh apa kamu mempercayai teman tersebut. Karena jika dia baik dan bisa dipercaya, hal-hal sekecil apa pun pasti akan dibantu oleh dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar