10 Juni 2022

Penyebar Agama Islam di Jawa

Sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam tak lepas dari peran para pendahulu kita dari kalangan orang-orang yang berilmu agama. Untuk itu, perlu kita mengenal lebih dekat peran dan keberadaan mereka yang telah berjasa menyebarkan agama Islam di Indonesia dengan kondisi masyarakat yang waktu itu baru lepas dari pengaruh Hindu-Budha.



Dalam beberapa catatan, asal para juru dakwah itu dari Yaman karena terlihat jelas dalam kesamaan dan pengamalan bercorak tasawuf. Dalam catatan lain, asal usul penyebaran Islam adalah melalui perdagangan Gujarat yang mana sebagian dari mereka menikah dengan penduduk asli yang berada di daerah pelabuhan, kemudian disusul beberapa orang yang berasal dari Timur Tengah dalam lima periode.


Periode pertama tahun 808 hijriyah atau 1404 masehi dikirimlah para ulama ke Jawa atas anjuran penguasa Turki. Mereka adalah


1. Maulana Malik Ibrohim atau dikenal dengan nama Sunan Gresik. Beliau berasal dari Turki dan berdakwah di Jawa bagian timur. Wafat di Gresik pada tahun 1419M.


2. Maulana Ishaq berasal dari Samarkand. Setelah tugasnya di Jawa selesai, Maulana Ishaq pindah ke Samudra Pasak dan wafat di sana.


3. Syekh Jumadil Qubro berasal dari Mesir. Malamnya di Troloyo Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.


4. Maulana Muhammad Al Maghrobi berasal dari Maroko. Wafat pada 1465M dan dimakamkan di Jatianom, Klaten, Jawa Tengah.


5. Maulana Malik Isrofil berasal dari Turki. Wafat tahun 1435 dan dimakamkan di Gunung Santri.


6. Maulana Muhammad Ali Akbar berasal dari Persia, Iran. Wafat 1435M dan dimakamkan di Gunung Santri.


7. Maulana Hasanuddin berasal dari Palestina. Wafat pada 1462M dan dimakamkan di samping masjid Banten Lama.


8. Maulana Alayuddin berasal dari Palestina. Wafat pada 1462 dan dimakamkan di samping masjid Banten Lama.


9. Syekh Subakir berasal dari Persia dan kembali ke Persia pada tahun 1462M dan wafat di sana.


Periode kedua memiliki tugas sebagai pengganti juru dakwah yang kembali ke negeri asal atau meninggal. Mereka adalah:


1. Raden Ahmad Ali Rahmatullah. Datang ke Jawa pada tahun 1421M menggantikan Maulana Malik Ibrohim yang wafat. Beliau dikenal sebagai Sunan Ampel.


2. Sayyid Ja'far Shodiq berasal dari Palestina. Datang ke Jawa pada tahun 1436 menggantikan Maulana Malik Isroil yang wafat. Beliau tinggal di Kudus sehingga dikenal dengan nama Sunan Kudus.


3. Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati berasal dari Palestina. Datang ke Jawa pada tahun 1436M menggantikan Maulana Ali Akbar yang wafat.


Para ulama tersebut kemudian membagi tugas. Raden Rahmatullah, Maulana Ishaq dan Maulana Jumadil Qubro bertugas di Jawa Timur. Sunan Kudus, Syekh Syakir dan Maulana Al Maghrobi bertugas di Jawa Tengah. Syarif Hidayatullah, Maulana Hasanuddin dan Maulana Aliyuddin di Jawa Barat.


Periode ketiga tahun 1463M. Pada periode ini sudah ada beberapa pribumi yang menimba ilmu agama dari para ulama dan mengemban tugas yang sama yaitu sebagai dai. Mereka adalah:


1. Raden Paku atau Sunan Giri. Lahir di Blambangan, Jawa Timur merupakan putra Syekh Maulana Ishaq. Beliau menggantikan ayahnya yang pindah ke negeri Pasai.


2. Raden Said atau Sunan Kalijaga. Lahir di Tuban, Jawa Timur merupakan putra Adipati Wilatikta di Tuban. Beliau menggantikan Syekh Syakir yang kembali ke Persia.


3. Raden Makdum Ibrohim atau Sunan Bonang. Lahir di Ampel, Surabaya. Beliau adalah putra dari Sunan Ampel. Beliau menggantikan Maulana Hasanuddin yang wafat.


Periode keempat pada tahun 1466:


1. Raden Patah merupakan murid dari Sunan Ampel. Beliau adalah  putra Raja Brawijaya Majapahit.


2. Fathullah Khan merupakan putra Sunan Gunung Jati. Beliau menggantikan ayahnya yang lanjut usia.


Periode kelima, masuklah Raden Umar Said atau Sunan Muria yang merupakan putra Raden Said (Sunan Kalijaga).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar