30 Juni 2022

Taman Bermain

Hari itu sekolah terlihat seperti biasanya. Anak-anak terlihat ceria bermain. Namun, ada yang menggangguku, saat anak-anak sudah masuk kelas mengapa ayunan itu terus bergerak?


Aku adalah penjaga sekolah baru yang menggantikan penjaga sekolah sebelumnya yaitu paman yang pensiun dan pulang kampung.


Ini hari keduaku. Karena tidak memiliki sanak saudara, aku tinggal di sekolah ini. Ayunan itu masih terus berayun pelan. Aku mencoba berpostur thinking. Mungkin saja ada angin.


Malam hari tiba. Aku mendengar ada suara anak kecil sedang bermain. Suaranya seperti berasal dari arah taman bermain namun tak ada satupun anak kecil yang ada di sana.


Tunggu! Di terowongan itu ada suara.  Kudekati dan menganga kala melihat makhluk kecil jelek dengan gigi taring menyeringai padaku. Sontak aku pingsan di tempat.


Saat terbangun langsung kulihat jam. Pukul empat pagi. Merinding bulu kudukku. Segera pergi meninggalkan tempat bertemunya aku dan anak kecil itu. 


   "Assalamualaikum Jang," salam suara di seberang sana


Aku memutuskan menelepon pamanku dan menceritakan apa yang terjadi padaku kemarin, tapi paman justru tertawa. Dia mengatakan aku harus rajin shalat dan dzikir karena itu belum seberapa. Karena masih akan banyak "penghuni" yang memiliki rasa ingin tahu saat ada warga baru di tempat itu. Yang lebih sialnya pulsaku habis dan sambungan terputus sebelum aku berkomentar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar