Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Bapak ibu guru yang saya hormati dan teman-teman yang saya sayangi, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan banyak sekali kenikmatan sehingga kita bisa berkumpul di tempat ini dengan keadaan sehat wal afiat. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan pada junjungan kita Nabi Agung Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam yang kita nanti-nantikan syafaatnya di akhirat kelak.
Berdirinya saya di sini untuk memberi sedikit informasi mengenai bahaya membuang sampah sembarangan sehubungan dengan tema yang saya pilih yaitu “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan”. Akan tetapi sebelum kita bahas alasan tidak diperbolehkannya membuang sampah sembarangan, teman-teman tahu tidak apa itu sampah?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sampah atau yang lebih biasa kita sebut limbah adalah suatu barang atau benda yang dibuang karena tidak dipakai lagi. Sampah sendiri dibagi menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa dengan mudah membusuk. Biasanya sampah jenis ini berasal dari tumbuh-tumbuhan atau limbah perumahan contohnya sisa makanan dan daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik adalah sebaliknya. Sampah anorganik adalah sampah yang terdiri atas unsur yang tidak dapat diproses secara alami, dengan kata lain sampah jenis ini sukar atau bahkan tidak bisa diuraikan sama sekali. Contoh dari sampah anorganik adalah plastik, kaleng, gelas dan lain sebagainya.
Coba kita ingat-ingat kembali, apakah kita telah memisahkan sampah menjadi sampah organik dan anorganik? Setidaknya apakah kita telah membuang sampah ke tempat sampah? Emang penting banget ya? Tinggal lempar aja sih nggak perlu cape-cape nyamperin tempat sampah. Tidak bisa begitu teman-teman. Sekarang sampah sudah menjadi permasalahan yang serius.
No Negara Sampah plastik per kg
1 India 126,5 juta
2 China 70,7 juta
3 Indonesia 56,3 juta
4 Brazil 38 juta
5 Thailand 22,8 juta
6 Meksiko 3.5 juta
7 Mesir 2.5 juta
8 Amerika Serikat 2,4 juta
9 Jepang 1,8 juta
10 Inggris 703 ribu
Dari tabel di atas yang saya kutip dari Euro News di atss, di tahun 2020 saja Indonesia sudah menjadi peringkat tiga dalam penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Hal ini sangat miris mengingat negara ini yang agraris namun menempati lima besar penyumbang sampah plastik terbesar di dunia dan sampah-sampah tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu.
Bapak ibu guru dan teman-teman yang saya sayangi, sampah yang kita buang sembarangan bisa membuat sungai tercemar dan banjir loh. Bahkan limbah plastik di lautan telah membunuh 1 juta burung laut, 100 ribu mamalia laut, kura-kura, dan ikan-ikan dalam jumlah besar tiap tahun loh. Partikel-partikel sampah plastik (mikro plastik) tidak hanya memberikan dampak buruk bagi biota laut saja. Dalam jangka panjang, manusia juga akan terkena dampaknya. Hal itu terjadi karena manusia mengonsumsi ikan dan produk-produk dari laut. Ikan atau hewan laut yang sudah menelan mikro plastik akan menyerap racunnya. Racun ini lalu berpindah ke manusia yang memakannya. Bukankah hal tersebut sangat mengerikan?
Berawal dari sanalah kita harusnya mulai sadar amat besarnya dampak yang ditimbulkan jika kita membuang sampah sembarangan khususnya ke sungai dan atau laut. Kesadaran menjaga kelestarian laut Indonesia perlu dibenahi untuk bisa tercipta keselamatan, keindahan dan kenyamanan bagi kita dan segala jenis makhluk yang hidup di laut.
Sebenarnya kita bisa loh menyiasati sampah-sampah yang berserakan setidaknya menguranginya agar tidak mencemari lingkungan di sekitar rumah. Kegiatan yang bisa kita lakukan adalah membuat kompos dari limbah organik dan membuat kerajinan dari barang-barang yang tidak dipakai sebagai bentuk pengurangan sampah anorganik. Berikut saya lampirkan cara membuat pupuk kompos yang saya kutip dari website Chamochasite.blogspot.com
Sebelum kita membuat kompos, kita harus menyiapkan beberapa alat dan bahan yaitu sampah organik, pupuk kandang, larutan gula dan EM4, sarung tangan, tanah, air serta wadah beserta tutupnya.
Langkah-langkahnya ialah sebagai berikut:
1. Masukkan tanah ke dalam wadah secukupnya.
2. Masukkan sampah organik, larutan gula, cairan EM4 dan pupuk kandang.
3. Kemudian, tambahkan kembali tanah untuk menutupi sampah organik tersebut.
4. Tutup rapat. Diamkan selama kurang lebih 3 bulan atau kita bisa mempercepatnya dengan cara diaduk.
5. Pupuk kompos siap digunakan.
Nah untuk sampah anorganiknya kita bisa kita daur ulang untuk nantinya dibuat kerajinan unik dimana hal ini hanya perlu beberapa alat dan bahan serta kemauan dan sedikit kreativitas kita. Kardus bekas bisa kita gunakan sebagai pigura dan kerang yang biasanya disepelekan bisa kita buat hiasan pigura tersebut. Kita juga bisa membuat hiasan dinding dari kertas dan sedotan, pot bunga atau tanaman, tabungan, mobil-mobilan hanya dari botol plastik. Namun sekali lagi harus ada kemauan dan kreativitas.
Dari kegiatan sederhana di atas, kita telah berupaya melestarikan lingkungan dari bahaya membuang sampah sembarangan. Hal tersebut tentu akan lebih baik jika dilakukan bersama-sama (dalam skala besar) untuk mengurangi lebih banyak sampah yang mengotori lingkungan tentu diikuti dengan membuang sampah pada tempat yang seharusnya (tempat sampah).
Sekian dari saya. Kurang lebihnya saya minta maaf seikhlas-ikhlasnya. Bilahi taufik wal hidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar