Note: Tidak untuk ditiru. Cukup diambil hikmahnya
Adikku bercerita bahwa temannya sedang bingung. Bukan karena harga BBM yang meningkat, tapi karena masalah hidupnya yang berat. Diusianya yang hampir menginjak tujuh tahun, ia rutin mendengar pertengkaran kedua orang tuanya minimal 2× sehari yang berdampak buruk bagi kerapihan rumah mereka.
"Menurut kakak gimana? Dia minta saran dariku, tapi aku nggak tau mau kasih saran apa."
"Itu masalah gampang. Tinggal tahan napas 30 menit aja pasti mereka bakal kompak hahaha."
Tak ada pembahasan setelahnya. Karena baik aku maupun adikku sama-sama fokus pada layar yang menampilkan tokoh utama dengan ciri khas botak.
Keesokan harinya, tepat pukul delapan pagi, gendang telingaku nyaris dibuat rusak oleh suara toa masjid yang menggumamkan "innalillahi wa inna ilaihi rajiun". Tunggu, tunggu! Tadi siapa nama yang disebut-
"Kak, saran dari kakak berhasil. Kedua orang tua Rangga sekarang kompak. Liat tuh!" Aku mengikuti arah yang ditunjuk. Di sana, puluhan orang berbaris dengan teratur disertai tangisan dari keluarga Rangga.
Aku yang salah ngomong atau dia yang bego sih?!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar