13 Maret 2022

Cinta Tanpa Syarat

Seorang tentara akhirnya pulang ke rumah setelah berperang di Vietnam. Ia menelepon orangtuanya dari San Francisco.

   "Ibu, Ayah, aku akan pulang, tapi aku memiliki satu permintaan. Aku mempunyai teman yang akan aku bawa pulang bersamaku."

   "Tentu saja," jawab mereka, "kami akan sangat senang bertemu
dengan temanmu itu."

   "Tetapi ada yang perlu kalian ketahui," putranya melanjutkan pembicaraan, "ia terluka berat akibat perang. Ia terkena ranjau saat tidak sengaja berjalan di atasnya dan dia kehilangan lengan dan kaki. Dia sudah tidak punya tujuan lagi dan saya ingin ia tinggal bersama kita."

   "Kami sangat sedih mendengar ceritamu, Anakku. Mungkin kita
bisa membantunya mencari tempat tinggal."

   "Tidak, Ibu, Ayah, aku ingin dia tinggal bersama kita."

   "Anakku," ayahnya berkata, "kau tidak mengerti apa yang kau minta. Seseorang dengan kecacatan akan menjadi beban bagi kita. Kita
memiliki kehidupan kita sendiri dan kita tidak bisa membiarkan hal seperti ini mengganggu hidup kita. Ayah pikir, kau hanya perlu pulang ke rumah dan lupakan tentang temanmu itu, Nak. Dia pasti akan menemukan cara untuk hidupnya sendiri."
Pada saat itu juga, sang anak menutup teleponnya. Sejak saat itu orang tuanya tidak pernah mendengar kabar dari anaknya. Namun, beberapa hari kemudian mereka menerima telepon dari kantor polisi San Francisco. Mereka memberikan kabar bahwa anaknya meninggal setelah jatuh dari sebuah gedung. Polisi meyakinkan bahwa itu bunuh diri. Orang tua yang sedang terserang kesedihan itu pun langsung terbang ke San Francisco dan dibawa ke kamar mayat kota untuk mengidentifikasi jenazah anaknya. Mereka mengenalinya, tetapi yang
membuat mereka ngeri adalah mereka juga menemukan sesuatu yang tidak mereka ketahui: anak mereka hanya memiliki satu tangan dan satu kaki.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar