14 Maret 2022

People Pleaser

Sering kali people pleaser menjadi sasaran pertama untuk dilimpahi suatu tugas, karena sudah dikenal akan menerima tugas dengan senang hati. Meski tidak semua orang berniat memanfaatkannya, lama-kelamaan seorang people pleaser akan merasa dirinya dimanfaatkan dan terlalu banyak berkorban.


Sudah sewajarnya, sebagai manusia kita cenderung ingin membahagiakan orang lain. Melakukan apapun untuk orang lain terutama orang yang kita sayang pastilah bukan hal yang terlarang. Namun, banyak orang yang tanpa sadar membiarkan dirinya menjadi people pleaser hanya karena sangat ingin membuat orang lain bahagia.


Teman-teman tahu "People-Pleaser"? Itu loh orang-orang yang kerjaannya susah bilang enggak, selalu pengen nolong orang lain, sekali pun dia lagi capek, pokoknya orang lain lebih penting.


🗣️Kira-kira tahu enggak kenapa dia begitu?


👤Mungkin bukan berarti dia suka senang lihat orang lain senang, ya! Bisa jadi dia suka melihat orang lain senang, tetapi mungkin bukan itu tujuan utamanya?


Diambil dari keterangan dr Jiemi Ardian, Sp.KJ seorang people pleaser mungkin adalah orang yang sekadar takut menyampaikan siapa dirinya sebenarnya, atau kalau dia mau menolak, dia takut menyampaikan penolakkannya. Karena kalau dia menolak, atau menjadi dirinya sendiri, orang lain nanti jadi nggak suka, orang lain jadi pergi dan dia sendirian lagi.


Mungkin people pleaser bukan hanya bicara tentang membuat orang lain senang, mungkin ini juga bicara tentang :

▪︎"Aku takut kesepian,"

▪︎"Aku takut sendirian,"

▪︎"Aku takut ditinggal," dan

▪︎"Aku takut orang marah,"


sehingga aku selalu mengatakan "iya" apa pun yang orang lain katakan. Padahal enggak perlu seperti itu.

Adakah Penyebab People Pleaser?


Tidak ada penyebab pasti mengapa seseorang menjadi people pleaser. Namun diketahui, bahwa orang yang insecure dan memiliki trauma masa lalu, seperti pelecehan seksual atau broken home, cenderung akan tumbuh menjadi people pleaser.

☆Kalau Sudah Terlanjur Harus Bagaimana?


Membahagiakan orang lain atau melakukan apa yang diinginkan orang lain selama ini selalu dianggap sebagai perbuatan yang baik. Namun, keinginan untuk selalu memenuhi apa yang diinginkan orang lain secara berlebihan justru dapat membuat dirimu merugi, bahkan bisa sampai membuat kamu tidak produktif, tidak bahagia baik itu secara fisik dan mental. 


Untuk itu kamu harus bisa mengenali kalau itu hanya perasaanmu saja, dan lakukan pilihan tindakan sadar secara bijak.


☆Cara Berhenti Menjadi People-Pleaser 


Dikutip dari alodoc.com berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan fokus pada diri sendiri yang akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan dirimu secara keseluruhan.


1. Berani katakan tidak


╰⌲Rasa tidak enakan dan kurang tegas bisa membuatmu menjadi people pleaser. Mulai sekarang, biasakan bersikap tegas pada dirimu sendiri dan orang lain. Jika kamu dimintai bantuan yang di luar kapasitas atau merugikanmu, tolaklah dengan baik, bisa mengatakan "tidak" dengan sopan dan jelaskan apa yang membuatmu tidak bisa melakukannya.


2. Berpikir dahulu, sebelum melakukan sesuatu untuk orang lain


╰⌲ Saling membantu memang sikap yang terpuji. Akan tetapi, kamu sebaiknya berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu untuk orang lain. Amatilah, apakah permintaan tolong tersebut termasuk memanfaatkanmu atau bukan?


3. Jangan meminta maaf jika itu bukan salahmu


╰⌲Meminta maaflah seperlunya, yaitu ketika kamu memang berbuat salah. Minta maaf untuk kesalahan orang lain tidak berarti kamu melindunginya, tapi justru membuatnya melepas tanggung jawab.

╰⌲Hal ini jelas bisa memengaruhi nama baikmu dan merugikanmu. Ingatlah, jangan merasa bertanggung jawab atas kehidupan orang lain. Lebih baik, selesaikan segala kewajiban yang kamu miliki saja, ya.


4. Berhentilah mencari validasi dan apresiasi dari orang lain


╰⌲Kebahagian bukan hal yang bisa dicari, tapi harus kamu ciptakan sendiri. Jika kamu selalu mengharapkan kebahagiaan dari pujian orang lain atau ucapan terima kasih orang lain setelah membantu mereka, itu bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya.


╰⌲ Terpenting, nikmati kebahagiaan yang kamu rasakan tanpa merasa bersalah. Kalau kamu merasa senang, kamu tidak perlu menyenangkan orang lain.


Membantu orang lain boleh-boleh saja asal tidak berlebihan. Kamu juga harus sadar bahwa kamu hidup bukan hanya untuk menyenangkan orang lain.


"Happy are those who are proud to be themselves, without worrying about what others think of him." —Anonim


Sumber:

-alodoc.com

-Reels psikolog

-Dunia Psikolog


Tidak ada komentar:

Posting Komentar