Ranti meminta Bayu untuk membelikan pulsa ke rumah Sari. Ia lupa bahwasannya masa aktif kartunya hanya tinggal sehari.
"Mba beli pulsa," ucap Bayu terengah-engah
"Nomernya mana, Yu?"
Ia memberikan secuil kertas dan selembar uang lima puluh ribuan. Mengetuk beberapa angka dan ... selesai. Pulsa telah sampai tujuan dengan keadaan sehat wal afiat. Kemudian menilik ke belakang. Kali aja masakanku sudah matang.
Satu jam
Dua jam
Tiga jam
Semua tugas telah terselesaikan. Tinggal menghirup udara segar. Kubuka pintu. Aku terkejut. Bayu masih di sana. Apakah aku lupa memberi uang kembalian? Tapi bukannya Bayu cuman ngasih selembar uang lima puluh ribu?
"Bayu kok masih di sini?" tanyaku
"Iya kan Mba Sari belum ngasih pulsa jadi ya aku masih di sini."
Aku menepuk jidat, refleks. "Tadi udah dikirim. Coba tanya ke mama udah sampe apa belum pulsanya. Kalo belum, Bayu ke sini lagi."
Ia berlalu sementara aku masih berkutat pada pikiranku. Aku yang penjual pulsa aja nggak tau bentuk pulsa apalagi anak usia 5 tahun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar