Semilir menjelma takarir
Entah kapan puisi ini lahir
Dari sesosok manusia pandir
Aksara bukan tuk bebucinan
Ia lebih dari yang tuan pikirkan
Penepis hujan kala senyuman muncul
Lalu, biarkan ia menutup luka
Terbuai sepoi anila
Sampai sempurna senyumnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar